JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk periode 2 hingga 8 Juni 2026.
Informasi tersebut merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan yang disusun berdasarkan model cuaca numerik untuk memantau sebaran potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dalam tujuh hari ke depan.
Awan Cumulonimbus merupakan jenis awan konvektif yang kerap dikaitkan dengan cuaca signifikan seperti hujan lebat, petir, angin kencang, hingga penurunan jarak pandang.
Baca Juga: Potensi Awan Cumulonimbus 1-7 Juni 2026, BMKG Petakan Wilayah dengan Cakupan Tertinggi
Oleh karena itu, keberadaan awan ini menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kondisi atmosfer, khususnya bagi sektor penerbangan dan pelayaran.
Dalam pembaruan prakiraan periode 2-8 Juni 2026, BMKG memetakan dua wilayah yang masuk kategori Frequent (FRQ), yaitu wilayah dengan persentase cakupan spasial awan Cumulonimbus lebih dari 75 persen.
Kedua wilayah tersebut meliputi:
Kategori Frequent menunjukkan potensi keberadaan awan Cumulonimbus yang relatif lebih luas dibandingkan wilayah yang masuk kategori Occasional maupun Isolated.
Selain kategori Frequent, BMKG juga memprakirakan sejumlah wilayah berada dalam kategori Occasional (OCNL), yakni memiliki cakupan spasial maksimum awan Cumulonimbus antara 50 hingga 75 persen.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini 1-2 Juni 2026, Jawa Barat dan Maluku Utara Berstatus Siaga
Wilayah yang masuk kategori ini meliputi:
Sumatera dan Sekitarnya:
Sumber : BMKG
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.