Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi S2-S3 di Bulan Mei 2026

Kompas.com, 18 Mei 2026, 16:31 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) memperluas akses beasiswa melalui skema akselerasi baru.

Jadi program ini memungkinkan alumni pendidikan keagamaan menempuh jenjang magister hingga doktor secara berkelanjutan dalam satu jalur studi.

Skema ini hadir dalam Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) pada Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026. Program ini merupakan program yang pertama kali diluncurkan tahun ini.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag Ruchman Basori menjelaskan, program ini dirancang untuk mempercepat lahirnya akademisi unggul dari lingkungan pendidikan keagamaan.

Baca juga: Josepha, Siswi yang Protes di LCC 4 Pilar Dapat Beasiswa ke China

Cukup mengikuti satu kali seleksi

“Melalui program ini, peserta cukup mengikuti satu kali seleksi untuk memperoleh akses studi magister yang terintegrasi langsung dengan program doktor,” ujar Ruchman dilansir dari laman Kemenag, Senin (18/5/2026).

Menurut Ruchman, skema PMLD memberikan kesempatan bagi lulusan baru pendidikan keagamaan berusia maksimal 25 tahun untuk melanjutkan studi tanpa jeda akademik.

Peserta yang lolos akan menempuh studi selama total 4,5 tahun, terdiri atas 18 bulan pendidikan magister dan 36 bulan pendidikan doktor.

“Jadi peserta tidak perlu mendaftar ulang untuk jenjang berikutnya. Setelah diterima di program ini, jalur studi sudah tersambung hingga doktor di kampus tujuan yang dipilih,” jelasnya.

Ia menilai model akselerasi tersebut dapat mempercepat penguatan kualitas sumber daya manusia keagamaan, khususnya dalam melahirkan calon akademisi, peneliti, dan pemimpin intelektual di bidang studi Islam.

Baca juga: Link Latihan Soal Gratis TOEFL, TOAFL dan Tes Skolastik Beasiswa

Persyaratan umum beasiswa skema akselerasi

Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Puspenma Siti Maria Ulfa mengatakan, program ini diperuntukkan bagi alumni pendidikan keagamaan binaan Kemenag.

Ilustrasi beasiswa kuliah di luar negeri.Freepik Ilustrasi beasiswa kuliah di luar negeri.

Kategori pendaftar meliputi lulusan sarjana perguruan tinggi keagamaan, alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), lulusan program studi agama di perguruan tinggi umum, alumni Ma'had Aly, hingga lulusan pendidikan menengah binaan Kemenag seperti pondok pesantren dan madrasah aliyah.

Pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2026. Pendaftar dapat memilih salah satu dari tiga kampus mitra, yakni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta program Pengkajian Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta program Studi Islam, atau Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang program Studi Islam.

Baca juga: UIN Walisongo Buka Beasiswa Penuh S2-S3 untuk Hafiz dan Diskon bagi Alumni

Sebagai persyaratan administrasi, calon peserta wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan/atau Arab yang masih berlaku, sesuai standar yang telah ditetapkan.

Informasi lengkap terkait skema PMLD dan persyaratan pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 dapat diakses melalui portal resmi Kementerian Agama di http://beasiswa.kemenag.go.id serta laman pendaftaran terintegrasi LPDP http://www.beasiswalpdp-terintegrasi.kemekeu.go.id

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau