Kasus perundungan dan penganiayaan yang terjadi di salah satu SMP di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat berdamai.
Hal tersebut dikatakan Kapolsek Pringsewu Kota, AKP Ramon Zamora saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Minggu (31/5/2026).
Ramon menyebut proses perdamaian dihadiri orang tua kedua belah pihak, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota DPRD, pihak sekolah, aparatur pekon Pujodadi dan Margodadi, serta dua pelajar lain yang terlibat dalam penyebaran video, yakni NS sebagai perekam dan RAP yang mengunggah rekaman ke media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah berdamai, jadi kedua belah pihak dari orang tua masing-masing pelajar sudah bertemu dan saling memaafkan. Banyak pihak juga yang menjadi saksi atas perdamaian tersebut," katanya.
Dalam perdamaian tersebut kata Ramon, kedua pihak membuat perjanjian di atas meterai.
"Iya menggunakan perjanjian, jadi keduanya orang tua siswa ini yang bertanda tangan sekaligus pihak-pihak yang hadir dalam perdamaian tersebut," jelasnya.
Ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran untuk kedua siswa yang terlibat serta orang tua keduanya.
"Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Baik pelaku, korban maupun pelajar lainnya dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini agar lebih dewasa dalam bersikap dan bergaul," tandasnya.
Sebelumnya, viral di media sosial peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) terhadap teman sekolahnya di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang pelajar berseragam pramuka dianiaya oleh teman sekolahnya yang mengenakan pakaian olahraga.
Korban terus dianiaya berkali-kali oleh pelaku baik dengan tangan hingga tendangan ke arah wajah dan kepalanya. Meski banyak teman sekolah lainnya di lokasi kejadian, tidak ada satupun yang mencoba melerai penganiayaan tersebut.
Perekam video yang juga rekan sekolah keduanya terkesan memberikan kata-kata provokasi hingga penganiayaan tersebut terus terjadi. Ternyata, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (30/5/2026) pukul 12.30 WIB atau tepatnya di jam pelajar pulang sekolah.
(dai/dai)











































