Bocah Meninggal Usai Main di Waterpark Ketapang, Kronologi Masih Diselidiki

Bocah Meninggal Usai Main di Waterpark Ketapang, Kronologi Masih Diselidiki

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Sabtu, 30 Mei 2026 23:00 WIB
Ilustrasi penemuan mayat bayi (Dok detikcom)
Foto: Ilustrasi bocah meninggal (Dok detikcom)
Ketapang -

Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun meninggal dunia usai bermain di sebuah wahana waterpark di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Korban yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar itu sempat mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa tersebut terjadi di waterpark yang berada di Jalan H Agus Salim, Kecamatan Delta Pawan, Kamis (28/5/2026) sore. Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kasi Humas Polres Ketapang Iptu M Simatupang membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban merupakan seorang siswa SD di Kecamatan Delta Pawan.

"Benar, korban merupakan siswa kelas 1 SD. Korban meninggal dunia setelah bermain di Wahana Waterpark Ketapang," kata Simatupang kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai kejadian, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Agoesdjam Ketapang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun upaya penyelamatan yang dilakukan tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

"Korban sempat mendapat penanganan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang berada di lokasi saat kejadian.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, korban diduga mengalami insiden saat berada di area wahana air. Namun polisi belum menyampaikan secara rinci penyebab pasti yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Polres Ketapang juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di lokasi wisata air, kolam renang, maupun wahana permainan yang memiliki risiko keselamatan.

Menurut Simatupang, faktor pengawasan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kurangnya pengawasan terhadap anak menjadi perhatian dalam peristiwa ini," katanya.

Ia mengimbau para orang tua maupun pendamping untuk tidak lengah saat mengajak anak bermain di area kolam renang atau wahana air. Sebab, kecelakaan dapat terjadi dalam waktu singkat meskipun lokasi terlihat aman.

Selain itu, pengelola tempat wisata juga diminta memastikan standar keselamatan berjalan optimal, termasuk keberadaan petugas pengawas dan sistem respons darurat apabila terjadi insiden.

"Kami mengimbau agar anak-anak selalu berada dalam pengawasan saat bermain di wahana permainan, terutama di area air yang memiliki potensi risiko tinggi," tegas Simatupang.




(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads