Seorang jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk, Ahmad Tarsim (85), meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Almarhum diduga mengalami penurunan kondisi fisik sesaat sebelum melaksanakan tawaf ifadah di Masjidil Haram.
"Iya (kabar duka tersebut) benar," ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Nganjuk, Zainal Abidin Hanif Kamaloddin, Senin (1/6/2026).
Hanif menjelaskan, Ahmad Tarsim meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 10.00 waktu Arab Saudi atau pukul 14.00 WIB. Almarhum merupakan jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 113.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau beralamat di Dusun Sambirejo, Desa Katerban, Kecamatan Baron," ujar Hanif.
Terkait penyebab pasti meninggalnya jemaah tersebut, Hanif mengaku masih menunggu laporan lengkap dari petugas yang mendampingi di lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Arab Saudi, Ahmad Tarsim tiba-tiba mengalami penurunan kondisi fisik saat hendak melaksanakan tawaf ifadah atau tawaf perpisahan di Masjidil Haram.
Petugas kemudian segera membawa Ahmad Tarsim ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, sekitar 30 menit setelah menjalani perawatan, Ahmad Tarsim dinyatakan meninggal dunia.
Hanif tidak menampik bahwa usia almarhum yang telah lanjut menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi fisiknya lebih rentan mengalami kelelahan saat menjalankan rangkaian ibadah haji.
"Memang usia beliau sudah 85 tahun," ungkap Hanif.
Rencananya, jenazah Ahmad Tarsim akan dimakamkan di Makkah, Arab Saudi.
(ihc/hil)
