Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani bertemu para petinggi perusahaan global terkemuka saat berada di Paris, Prancis.
Pembahasan mencakup berbagai sektor mulai dari investasi dan pengelolaan aset, pengembangan industri strategis dan hilirisasi, hingga inovasi infrastruktur perkotaan.
Dalam unggahannya di media sosial, Rosan menyebut sejumlah perusahaan yang diajak berdiskusi antara lain Amundi, Eramet, dan JCDecaux. Menurutnya, kemitraan global dibangun melalui dialog yang konsisten, pemahaman atas kepentingan kedua negara, serta visi jangka panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Paris, kami berdiskusi dengan perusahaan global terkemuka di berbagai sektor, mulai dari investasi dan pengelolaan aset, pengembangan industri strategis dan hilirisasi, hingga inovasi infrastruktur perkotaan. Beberapa di antaranya adalah Amundi, Eramet, dan JCDecaux," ujar Rosan lewat unggahan Instagram @rosanroeslani, dikutip Senin (1/6/2026).
Pada unggahan lainnya, Rosan menceritakan soal peluncuran Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis yang dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara.
Forum yang disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron itu mempertemukan para pemimpin industri dengan kapitalisasi pasar gabungan mencapai US$ 1,3 triliun.
Menurut Rosan, pertemuan tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai US$ 3,5 miliar yang berfokus pada ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan. Selain itu, kunjungan kenegaraan Macron ke Indonesia pada Mei 2025 menghasilkan 27 nota kesepahaman (MoU) senilai lebih dari US$ 11 miliar.
"Disaksikan Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron, forum ini mempertemukan pemimpin industri dengan kapitalisasi pasar gabungan US$ 1,3 triliun. Pertemuan ini menghasilkan 4 kesepakatan komersial baru senilai US$ 3,5 miliar," sebut Rosan.
Ia menambahkan dewan bisnis tersebut dibentuk untuk memastikan implementasi komitmen investasi berjalan efektif sekaligus mempercepat realisasi kerja sama. Indonesia dan Prancis juga menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada 2035.
(ily/hns)










































