TEHERAN (Arrahmah.id) – Amerika Serikat secara resmi memasukkan infrastruktur sipil ke dalam daftar target utama dalam perang melawan Iran. Hal ini ditegaskan setelah serangan udara menghancurkan Jembatan “B1”, proyek infrastruktur paling ambisius di wilayah Karaj, sebelah barat Teheran, pada Kamis (02/04).
Langkah ini dinilai para pengamat sebagai pergeseran strategi Washington dari sekadar melumpuhkan kekuatan militer menjadi tekanan total terhadap stabilitas negara.
Melalui platform Truth Social, Presiden Donald Trump mengonfirmasi kehancuran jembatan tersebut. “Jembatan terbesar di Iran telah runtuh dan tidak akan pernah digunakan lagi,” tulis Trump. Ia juga melampirkan video reruntuhan jembatan yang diselimuti asap tebal dan memperingatkan bahwa “akan ada lebih banyak lagi yang menyusul.”
Trump memberikan ultimatum kepada Teheran untuk segera menyepakati perjanjian damai dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Jika tidak, ia mengancam akan meluncurkan serangan dengan kekuatan ekstrem yang mampu mengembalikan Iran ke zaman batu.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, merespons keras tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa penargetan infrastruktur sipil dan jembatan tidak akan pernah membuat rakyat Iran bertekuk lutut atau menyerah pada tuntutan Amerika Serikat.
