Di tengah euforia juara Paris Saint-Germain di final Liga Champions, ada satu momen yang mencuri perhatian publik sepakbola. Kapten PSG, Marquinhos, memilih menghampiri dan menghibur bek Arsenal FC, Gabriel Magalhães, yang baru saja gagal mengeksekusi penalti penentuan.
Momen tersebut sedemikian mencuri perhatian mengingat pada saat yang sama rekan-rekan setim Marquinhos sedang larut dalam selebrasi gelar juara. Aksi Marquinhos tersebut juga mendapat pujian dari kapten Arsenal, Martin Odegaard.
Gabriel Jadi Sosok Paling Terpukul
Final Liga Champions berlangsung dramatis hingga babak adu penalti. Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat gol Kai Havertz.
Namun PSG mampu menyamakan kedudukan melalui Ousmane Dembélé dan memaksa laga berlanjut hingga perpanjangan waktu. Setelah kedua tim gagal mencetak gol tambahan, pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.
Momen krusial datang ketika Gabriel maju sebagai eksekutor Arsenal. Tendangannya gagal berbuah gol dan membuat peluang The Gunners meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub sirna.
Di saat para pemain PSG lari berhamburan untuk merayakan kemenangan, Gabriel terlihat terpukul dengan kegagalan tersebut. Alih-alih langsung ikut berpesta bersama rekan-rekannya, Marquinhos justru mengambil arah berbeda.
Bek asal Brasil itu menghampiri Gabriel yang tampak kecewa berat. Sebagai sesama pemain Timnas Brasil, Marquinhos memberikan dukungan kepada rekannya yang baru saja mengalami salah satu momen paling menyakitkan dalam kariernya.
Gestur itu langsung menjadi sorotan karena terjadi hanya beberapa detik setelah PSG memastikan diri menjadi juara Eropa. Di tengah suasana penuh kegembiraan, Marquinhos memilih menunjukkan empati kepada lawan yang sedang terpuruk.
Odegaard Angkat Topi
Aksi Marquinhos tidak luput dari perhatian Martin Odegaard. Meski Arsenal baru saja kalah di partai terbesar musim ini, gelandang asal Norwegia tersebut tetap memberikan apresiasi tinggi kepada kapten PSG.
"Dia seorang gentleman," katanya seperti dilansir Goal.
"Dia mungkin salah satu pemain paling berpengalaman yang masih aktif bermain saat ini," kata Odegaard.
Menurut Odegaard, Marquinhos memahami betul apa yang sedang dirasakan para pemain Arsenal, khususnya Gabriel. Selama lebih dari satu dekade membela PSG, Marquinhos telah mengalami berbagai momen pahit dan manis di Liga Champions.
Marquinhos pernah merasakan kegagalan menyakitkan sebelum akhirnya mengangkat trofi yang selama ini diidam-idamkan. Karena itu, ia tahu bagaimana tekanan dan kekecewaan yang dialami seorang pemain setelah melakukan kesalahan di laga sebesar final Liga Champions.
"Dia sudah merasakan kedua sisi dari final seperti ini. Dia tahu apa yang sedang kami rasakan saat ini," ujar Odegaard.
(krs/krs)










































