Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tas Hermes Birkin Kini Bisa Disewa Rp 14 Juta, Tren Flexing Jadi Sorotan

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 01 Jun 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Tas Hermes Birkin
Tas Hermes Birkin Foto: Reuters
Jakarta -

Tas Hermes Birkin selama ini dikenal sebagai simbol kemewahan dan status sosial yang sulit dijangkau banyak orang. Harga fantastis, jumlah produksi terbatas, hingga proses pembelian yang terkenal rumit membuat tas ini menjadi salah satu item fashion paling eksklusif di dunia. Kini, di tengah budaya flexing di media sosial, Birkin bahkan kini disewakan dengan biaya jutaan rupiah.

Salah satu tempat penyewaan tas mewah tersebut adalah platform Vivrelle asal New York. Bukan dengan harga murah, Vivrelle menyewakan tas Hermes tipe Birkin dengan biaya US$ 800 atau sekitar Rp 14 juta per bulan.

Seperti dikutip dari New York Post, pendiri Vivrelle, Blake dan Wayne Geffen, menyebut konsep ini sebagai cara untuk membuat orang lebih mudah mengakses kemewahan. Menurut mereka, pergeseran dari kepemilikan ke akses telah mengubah cara orang memandang fashion.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, banyak orang mempertanyakan logika di balik menyewa tas semahal itu. Dalam setahun, pelanggan bisa menghabiskan lebih dari 160 juta. Kolektor vintage Hermes asal New York, Sana Roychowdhury, bahkan menilai uang sebanyak itu sebenarnya sudah cukup untuk membeli tas Kelly vintage.

PARIS, FRANCE - JUNE 25: A guest wears a pink and white gradient pattern shirt, a brown and orange jacket, white ribbed flared pants, a dark brown shiny leather Birkin handbag from Hermes, a multicolored print pattern silk scarf from Hermes, outside the Hermes show, during Paris Fashion Week - Menswear Spring/Summer 2023, on June 25, 2022 in Paris, France. (Photo by Edward Berthelot/Getty Images)Tas Hermes Birkin (Photo by Edward Berthelot/Getty Images) Foto: Getty Images/Edward Berthelot

Fenomena ini memicu kritik di media sosial. Sebagian orang menilai tren menyewa Birkin justru menghilangkan nilai eksklusivitas tas tersebut, karena dianggap hanya menjadi alat untuk terlihat mewah dan pamer di media sosial, meski barang itu sebenarnya bukan milik sendiri.

ADVERTISEMENT

"Saya pribadi tidak mengerti daya tariknya. Mungkin cocok untuk influencer yang ingin pamer, tapi saya lebih suka punya tas yang benar-benar milik saya sendiri," tulis netizen di Reddit.

"Tas saya untuk saya cintai dan saya jaga, bukan untuk dipamerkan di acara tertentu atau simbol status," komentar lainnya.

"Saya suka ide memiliki sesuatu yang bisa diwariskan dan punya cerita sentimental," tulis lainnya.

Media WWD bahkan sempat mempertanyakan apakah influencer telah membuat Birkin menjadi terlalu mainstream. Tas yang dulunya identik dengan quiet luxury kini berubah menjadi simbol kekayaan yang dipamerkan secara terang-terangan di media sosial.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads