PDI-P Jatim Bagikan 485 Sapi Kurban, Said Soroti Rendahnya Tingkat Konsumsi Daging Sapi di Jatim

Kompas.com - 27/05/2026, 16:22 WIB
Hotria Mariana,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) Jawa Timur membagikan 485 sapi kurban pada perayaan Idul Adha 2026. Penyaluran dilakukan pada Rabu (27/5/2026) melalui jaringan kantor partai serta sejumlah lembaga sosial dan keagamaan di seluruh Jawa Timur.

Sapi kurban tersebut disalurkan melalui kantor DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P se-Jawa Timur. Penyaluran turut menyasar pondok pesantren, organisasi masyarakat (ormas) keagamaan, masjid, dan panti asuhan.

Ketua DPD PDI-P Jawa Timur Said Abdullah menyatakan, pembagian sapi kurban merupakan kegiatan rutin keluarga besar partai di wilayah tersebut. Ia memaknai Idul Adha sebagai ibadah yang memuat dimensi spiritual sekaligus sosial.

"Idul Adha itu ibadah spiritual, sekaligus sosial," ujar Said dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.

Baca juga: Halal Bihalal PDI-P Jawa Timur, Said Abdullah: Jatim Basis Ijo-Abang

Menurut Said, perhatian partai terhadap warga kurang mampu berangkat dari potret ketenagakerjaan di Jawa Timur. Ia menyebut, sebagian besar penduduk provinsi ini bekerja di sektor informal dengan tingkat pendapatan rendah.

Said memaparkan, penduduk Jawa Timur yang bekerja di sektor informal mencapai 64,4 persen dari keseluruhan penduduk yang bekerja.

Angka tersebut, kata dia, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 59,4 persen sehingga penyerapan tenaga kerja di sektor formal justru lebih rendah.

Bagi Said, tingginya porsi pekerja informal menandakan rendahnya perlindungan kerja yang diterima warga. Ia menilai mereka tidak memperoleh standar upah layak hingga sejumlah hak dasar pekerja.

"Meskipun penduduk Jawa Timur bekerja, mereka tidak mendapat standar upah layak, jaminan asuransi kesehatan, jaminan asuransi pensiun, pesangon jika di-PHK, dan hak cuti," kata Said.

Konsumsi daging masih rendah

Said juga menyoroti rendahnya konsumsi daging sapi di kalangan warga Jawa Timur. Ia menyebut, rata-rata konsumsi daging sapi warga provinsi tersebut hanya 6-9 per gram per kapita per minggu.

Angka itu, menurut dia, jauh tertinggal dibandingkan rata-rata masyarakat global yang berada di kisaran 150 hingga 200 gram. Kondisi ini ironis mengingat posisi Jawa Timur sebagai provinsi produsen sapi terbesar di Indonesia.

Said memaparkan, produksi sapi potong dan sapi perah di Jawa Timur menembus lebih dari 100.000 ton per tahun. Produksi sebesar itu, digunakan untuk memasok kebutuhan daging lokal sekaligus nasional.

"Provinsi ini produsen sapi terbesar di Indonesia, tetapi konsumsi daging dan kecukupan gizi rakyatnya justru rendah," ujar Said.

Kondisi tersebut, lanjut dia, mendorong jajaran pengurus partai untuk bergotong royong mengumpulkan dana kurban. Bagi rumah tangga miskin, mengonsumsi daging sapi kerap menjadi kemewahan karena harganya yang dinilai mahal.

Identitas Partai Wong Cilik

Said berharap, pembagian sapi kurban dapat membantu warga kurang mampu merasakan berkah Idul Adha. Ia ingin masyarakat penerima manfaat dapat menikmati daging kurban dengan suka cita.

Ia menjelaskan, ratusan sapi tersebut disalurkan ke masing-masing DPC PDI Perjuangan, pondok pesantren, masjid, ormas keagamaan, dan panti asuhan.

Khusus hewan kurban yang dipotong di kantor DPC se-Jawa Timur, dagingnya akan disalurkan kepada warga miskin sekitar dan panti asuhan.

Said menegaskan, kegiatan ini diharapkan menjadi rajutan sosial yang memperkuat identitas partai. Ia menyebut semangat berbagi tersebut sebagai cerminan “Partai Wong Cilik”.

"Kami berharap, inisiatif yang dilakukan DPD partai dapat menjadi tenunan rajutan sosial sebagai identitas partai wong cilik berbagi bersama wong cilik," kata Said.

Terkini Lainnya
PDI-P Jatim Bagikan 485 Sapi Kurban, Said Soroti Rendahnya Tingkat Konsumsi Daging Sapi di Jatim

PDI-P Jatim Bagikan 485 Sapi Kurban, Said Soroti Rendahnya Tingkat Konsumsi Daging Sapi di Jatim

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Ekonomi RI Tumbuh 5,6 Persen, Said Abdullah Sebut Ini Melampaui Ekspektasi

Ekonomi RI Tumbuh 5,6 Persen, Said Abdullah Sebut Ini Melampaui Ekspektasi

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Coretax Eror di Hari Terakhir, Said Abdullah Desak Ditjen Pajak Perpanjang Waktu Lapor SPT

Coretax Eror di Hari Terakhir, Said Abdullah Desak Ditjen Pajak Perpanjang Waktu Lapor SPT

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Ambil Tindakan Tegas

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Ambil Tindakan Tegas

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Isu Kenaikan BBM Mencuat, Said Abdullah Imbau Kompensasi Listrik bagi Orang Kaya dan Industri Dihentikan

Isu Kenaikan BBM Mencuat, Said Abdullah Imbau Kompensasi Listrik bagi Orang Kaya dan Industri Dihentikan

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Jaga Kesehatan Fiskal, Said Abdullah Dorong Pemerintah Realokasi Belanja Tidak Mendesak

Jaga Kesehatan Fiskal, Said Abdullah Dorong Pemerintah Realokasi Belanja Tidak Mendesak

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Wacana Defisit APBN di Atas 3 Persen Mencuat, Said Abdullah: Pemerintah Belum Sampaikan ke DPR

Wacana Defisit APBN di Atas 3 Persen Mencuat, Said Abdullah: Pemerintah Belum Sampaikan ke DPR

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Defisit APBN, Said Abdullah Sodorkan 4 Rekomendasi Kebijakan untuk Bantalan Fiskal

Defisit APBN, Said Abdullah Sodorkan 4 Rekomendasi Kebijakan untuk Bantalan Fiskal

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Said Abdullah Pastikan Defisit APBN di Bawah 3 Persen Meski Geopolitik Memanas

Said Abdullah Pastikan Defisit APBN di Bawah 3 Persen Meski Geopolitik Memanas

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Said Abdullah: DPR Setujui Anggaran MBG, Tata Kelola Perlu Diperbaiki

Said Abdullah: DPR Setujui Anggaran MBG, Tata Kelola Perlu Diperbaiki

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Tanggapi Polemik Alokasi Anggaran MBG, Said Abdullah Uraikan Tata Kelola dalam APBN

Tanggapi Polemik Alokasi Anggaran MBG, Said Abdullah Uraikan Tata Kelola dalam APBN

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Said Abdullah: Impor 105.000 Mobil Niaga Berpotensi Rugikan Perekonomian Nasional

Said Abdullah: Impor 105.000 Mobil Niaga Berpotensi Rugikan Perekonomian Nasional

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Said Abdullah: DPR Tak Berwenang Tutup Ritel Modern, Ekonomi Desa Harus Kolaboratif

Said Abdullah: DPR Tak Berwenang Tutup Ritel Modern, Ekonomi Desa Harus Kolaboratif

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
3 Lembaga Pemeringkat Internasional Soroti Tata Kelola RI, Said Abdullah: Presiden Perlu Pimpin Reformasi

3 Lembaga Pemeringkat Internasional Soroti Tata Kelola RI, Said Abdullah: Presiden Perlu Pimpin Reformasi

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Sambut Pimpinan Baru OJK, Said Abdullah Soroti Independensi Lembaga

Sambut Pimpinan Baru OJK, Said Abdullah Soroti Independensi Lembaga

PDIPerjuangan Untuk Indonesia Raya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com