Selaras dengan Amin, Ahmad Syaikhu Nyatakan PKS Konsisten Bela Nasib Pekerja

Kompas.com - 29/01/2024, 20:14 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Ahmad Syaikhu menyatakan bahwa partainya dan pasangan calon (paslon) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ( Anies-Muhaimin atau Amin) memiliki visi-misi yang sejalan dalam membela para pekerja.

Dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, kata dia, PKS membawa gagasan "Kerja Gampang" dengan tujuan menciptakan 8 juta lapangan kerja baru.

"Komitmen PKS terhadap para pekerja sudah berlangsung lama, baik melalui struktur maupun legislasi, selaras dengan apa yang dibawa paslon Amin," ucap Syaikhu dalam keterangannya, Senin (29/1/2024).

Hal tersebut disampaikan Syaikhu sebagai respons terhadap pernyataan Anies Baswedan dalam acara Desak Anies di Jakarta International Expo (JIExpo) Hall A, Senin.

Baca juga: TNI Ungkap Alasan Dicabutnya Izin Acara Desak Anies di Museum Diponegoro

Dalam acara yang bertema "Buruh dan Ojek Online (Ojol)," Anies menyampaikan komitmennya untuk menciptakan lapangan kerja, mewujudkan upah yang adil, mendukung kemajuan ekonomi berbasis kemandirian, dan pemerataan, serta mendukung korporasi Indonesia.

Syaikhu mengungkapkan bahwa angkatan kerja Indonesia saat ini didominasi oleh pekerja informal yang memiliki tingkat perlindungan yang lebih rentan dibanding pekerja formal.

Selain itu, tantangan dari bonus demografi adalah tingginya kebutuhan akan lapangan kerja.

“PKS sejak awal konsisten membela nasib pekerja. Salah satunya sejak awal menolak Undang-undang Cipta Kerja (UUCK) yang merugikan pekerja,” ucap Syaikhu.

Baca juga: Gelar Rapat Konsolidasi, Satgas UUCK Perkuat Sosialisasi di Sektor Keuangan

Ia menegaskan bahwa UUCK terbukti merugikan perlindungan terhadap pekerja dan tidak memberikan dampak signifikan terserapnya tenaga kerja.

Syaikhu menyebut bahwa meskipun investasi yang masuk diakui oleh pemerintah, ternyata tidak memberikan dampak yang sebanding terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

"PKS sejak awal konsisten menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai banyak merugikan pekerja. Mulai dari prosesnya yang kurang melibatkan unsur pekerja, peraturan kontrak, upah, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan lain sebagainya," katanya.

Terkini Lainnya
Selaras dengan Amin, Ahmad Syaikhu Nyatakan PKS Konsisten Bela Nasib Pekerja

Selaras dengan Amin, Ahmad Syaikhu Nyatakan PKS Konsisten Bela Nasib Pekerja

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
PKS Rampungkan Laporan Awal Dana Kampanye ke KPU Sebelum Tenggat

PKS Rampungkan Laporan Awal Dana Kampanye ke KPU Sebelum Tenggat

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Presiden PKS: Visi Anies Bawa Indonesia Jadi Penentu Kebijakan di Dunia

Presiden PKS: Visi Anies Bawa Indonesia Jadi Penentu Kebijakan di Dunia

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
PKS Tolak RUU DKJ, Ahmad Syaikhu: Jika Disahkan, Demokrasi Indonesia Akan Mundur

PKS Tolak RUU DKJ, Ahmad Syaikhu: Jika Disahkan, Demokrasi Indonesia Akan Mundur

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
PKS Sebut Jakarta Masih Layak Jadi Ibu Kota, Pengamat: Harusnya Diperkuat, Bukan Dipindah

PKS Sebut Jakarta Masih Layak Jadi Ibu Kota, Pengamat: Harusnya Diperkuat, Bukan Dipindah

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
PKS Sebut Kritik Anies soal Proyek IKN Sejalan dengan Pandangan Partai

PKS Sebut Kritik Anies soal Proyek IKN Sejalan dengan Pandangan Partai

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Pasangan AMIN Nomor Urut 1, Presiden PKS: Kami Optimistis Menang

Pasangan AMIN Nomor Urut 1, Presiden PKS: Kami Optimistis Menang

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
PKS Rutin Adakan Pagelaran Wayang, Anies Baswedan: Kita Beri Tepuk Tangan

PKS Rutin Adakan Pagelaran Wayang, Anies Baswedan: Kita Beri Tepuk Tangan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Hasil Survei Tembus Tiga Besar, Pengamat: PKS Dipilih Kaum Milenial

Hasil Survei Tembus Tiga Besar, Pengamat: PKS Dipilih Kaum Milenial

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Terima Kunjungan Relawan Anies, Presiden PKS: Insya Allah Kita Bisa Menangkan Anies pada Pilpres 2024

Terima Kunjungan Relawan Anies, Presiden PKS: Insya Allah Kita Bisa Menangkan Anies pada Pilpres 2024

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Ahmad Syaikhu Ajak Masyarakat Maknai Momentum Kurban dengan Semangat Kolaborasi

Ahmad Syaikhu Ajak Masyarakat Maknai Momentum Kurban dengan Semangat Kolaborasi

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com