Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2.500 Calon Jemaah Travel Hanania Batal Umrah, Kerugian hingga Rp 100 Miliar

Kompas.com, 1 Juni 2026, 15:17 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dugaan penggelapan dana yang diduga dilakukan Travel Hanania membuat sekitar 2.500 jemaah gagal berangkat umroh di tahun 2026.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan korban bersama kuasa hukumnya Joddy Mulyasetya Putra ketika konfersi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).

"Jadi total lebih dari 2.500 jemaah (gagal berangkat umrah)," ucap salah satu korban bernama Anny Rofi (30) di lokasi.

Baca juga: Kasus Gagal Umrah Hanania Travel, Kemenhaj Harus Pastikan Hak Calon Jemaah

Anny bergabung dalam grup pertama yang terjadwal berangkat umrah pada 21 Maret 2026.

Selain Anny, ada sekitar 43 orang lain yang tergabung dalam grup pertama dan juga gagal berangkat.

Pembatalan dilakukan secara mendadak atau tepat di tanggal 18 Maret 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

Selain kelompoknya, ternyata ada kelompok lain juga yang seharusnya berangkat pada Bulan Syawal sekitar tanggal 21 Maret hingga 3 April, sehingga totalnya mencapai 1.500 orang gagal pergi ke tanah suci.

Namun, para jemaah yang gagal berangkat pada bulan Syawal itu sudah sempat melakukan mediasi dengan pihak travel dibantu dengan Kementerian Haji dan Umrah.

Dalam mediasi itu, sekitar 1.000 jemaah mengajukan refund dengan nominal sekitar Rp 34 Miliar.

Sementara sisa jemaah lagi memilih untuk direschedule dengan berbagai pertimbangan, seperti tak ada lagi dana untuk mendaftar umrah ke travel lain.

"Karena untuk opsi refund itu penyelesaiannya sampai dengan 31 Agustus, sementara dijanjikan untuk reschedule itu ada sejak pemberangkatan pertama itu 11 Juni. 11 Juni ada beberapa grup, 12 Juni dan seterusnya sampai dengan waktu itu yang sudah rilis tanggal kalau saya tidak salah itu sampai dengan akhir Juli," sambung Anny.

Baca juga: Kemenhaj Diminta Publikasikan PPIU yang Terakreditasi Buntut Kasus Hanania Travel

Di tengah proses refund dan reschedule yang sudah dijanjikan Travel Hanania, korban dugaan penggelapan dana ini justru bertambah.

Sebab, Travel Hanania meminta untuk calon jemaah yang sudah terdaftar untuk keberangkatan Juni dan Juli segera melunasi sisa biaya umrah dengan garansi akan diberangkatkan sesuai jadwal.

Calon jemaah yang dijanjikan berangkat pada bulan Juni dan Juli yang akhirnya juga menjadi korban kurang lebih mencapai 1.400 orang.

Untuk kloter Juni dan Juli sendiri, kerugian para korban ditaksir mencapai Rp 50 Miliar.

Jadi, jika ditotal untuk sementara ini ada sekitar 2.500 jemaah yang gagal berangkat dan kerugiannya mencapai ratusan Miliar.

"Harga paket estimasi paling murah itu adalah Rp 29,9 juta. Kita ambil rata-ratanya itu sekitar Rp35 juta, mungkin kerugian totalnya adalah hampir sampai dengan Rp 100 Miliar," jelas Anny.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.



Terkini Lainnya
Juni 2026 Ada 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur dan Long Weekend
Juni 2026 Ada 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur dan Long Weekend
Megapolitan
Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini, Pelanggar Siap-siap Ditilang
Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini, Pelanggar Siap-siap Ditilang
Megapolitan
Kebakaran Kemayoran Jakpus: 8 Warga Dilarikan ke RS karena Sesak Napas
Kebakaran Kemayoran Jakpus: 8 Warga Dilarikan ke RS karena Sesak Napas
Megapolitan
Anggota DPRD DKI Desak Evaluasi Keamanan Ragunan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
Anggota DPRD DKI Desak Evaluasi Keamanan Ragunan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
Megapolitan
Komisi C DPRD DKI Dorong Optimalisasi Iklan MRT dan TransJakarta untuk PAD
Komisi C DPRD DKI Dorong Optimalisasi Iklan MRT dan TransJakarta untuk PAD
Megapolitan
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 500 KK Terdampak
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 500 KK Terdampak
Megapolitan
Komisi C DPRD DKI: Pengelolaan Pendapatan Jakarta Masih On The Track
Komisi C DPRD DKI: Pengelolaan Pendapatan Jakarta Masih On The Track
Megapolitan
Kebakaran Hebat di Permukiman Pasar Jiung Kemayoran Diduga akibat Korsleting
Kebakaran Hebat di Permukiman Pasar Jiung Kemayoran Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Komisi C DPRD DKI Soroti Aset Rp 700 Triliun Jakarta, Dorong Creative Financing
Komisi C DPRD DKI Soroti Aset Rp 700 Triliun Jakarta, Dorong Creative Financing
Megapolitan
Tiga Jam Melawan Kobaran Api, Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Berhasil Dilokalisir
Tiga Jam Melawan Kobaran Api, Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Berhasil Dilokalisir
Megapolitan
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran, Warga Terobos Asap Amankan Barang Berharga
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran, Warga Terobos Asap Amankan Barang Berharga
Megapolitan
Kesaksian Korban Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran: Dengar 7 Kali Ledakan, Api Membesar
Kesaksian Korban Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran: Dengar 7 Kali Ledakan, Api Membesar
Megapolitan
Dua Ledakan Terdengar Saat Kebakaran Permukiman Pasar Jiung Kemayoran
Dua Ledakan Terdengar Saat Kebakaran Permukiman Pasar Jiung Kemayoran
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kemayoran Jakpus, Transjakarta Alihkan Rute 14 JIS - Senen
Kebakaran Melanda Kemayoran Jakpus, Transjakarta Alihkan Rute 14 JIS - Senen
Megapolitan
Kronologi Vendor Tangsel Kena Tipu Rp 65 Juta: Kursi Disewa untuk Acara MBG, Malah Dijual ke Depok
Kronologi Vendor Tangsel Kena Tipu Rp 65 Juta: Kursi Disewa untuk Acara MBG, Malah Dijual ke Depok
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
2.500 Calon Jemaah Travel Hanania Batal Umrah, Kerugian hingga Rp 100 Miliar
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat