Penulis
KOMPAS.com - Orang yang pernah berselingkuh disebut memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengulang perilaku yang sama pada hubungan berikutnya.
Temuan itu terungkap dalam studi University of Denver yang meneliti pola perselingkuhan dari satu hubungan ke hubungan lainnya selama lima tahun.
Penelitian tersebut melacak sekitar 1.600 orang dewasa yang belum menikah. Hasilnya, seseorang diketahui tiga kali lebih mungkin berselingkuh lagi jika pernah melakukannya di masa lalu.
Tak hanya pelaku, orang yang pernah diselingkuhi juga disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami pengalaman serupa di hubungan berikutnya.
Peneliti utama Kayla Knopp mengatakan pengalaman dalam hubungan sebelumnya sering kali terbawa ke hubungan baru, termasuk pola perilaku yang berkaitan dengan perselingkuhan.
“Pengalaman masa lalu berpengaruh dalam hubungan. Apa yang kita lakukan dalam hubungan sebelumnya bisa memengaruhi hubungan berikutnya, termasuk soal perselingkuhan,” kata Knopp, seperti dikutip dari laman resmi University of Denver (19/9/2018).
Baca juga: Punya Riwayat Selingkuh di Keluarga, Ini Risiko dan Cara Mencegahnya Menurut Pakar
Meski begitu, Knopp menegaskan bahwa pola tersebut bukan berarti semua orang yang pernah selingkuh pasti akan mengulanginya lagi.
“Ada banyak orang yang berhasil memutus pola itu,” ujarnya.
Menurut Knopp, memahami pola hubungan sebelumnya justru bisa membantu seseorang lebih waspada dan mengambil keputusan yang lebih sehat dalam hubungan berikutnya.
Ia juga menekankan bahwa perselingkuhan bukan semata dipengaruhi satu faktor tertentu, melainkan kombinasi berbagai hal, termasuk nilai pribadi, lingkungan, hingga kesempatan yang tersedia.
Baca juga: 7 Bahasa Tubuh yang Menandakan Pasanganmu Selingkuh
Ilustrasi pasangan selingkuh. Penelitian menemukan bahwa pengalaman perselingkuhan dalam hubungan sebelumnya bisa memengaruhi pola hubungan seseorang di masa depan.Melansir Body+Soul (17/11/2024), psikoterapis klinis dan konselor pasangan Jennifer Nurick mengatakan ungkapan “sekali selingkuh akan selalu selingkuh” tidak selalu benar karena sebagian orang justru belajar dari kesalahan mereka.
“Saya rasa banyak orang belajar dari perselingkuhan karena tindakan itu memunculkan rasa bersalah dan menyadarkan mereka bahwa mereka tidak ingin menyakiti pasangan lagi,” kata Nurick.
Namun, pakar hubungan Sophie Howe mengatakan memang ada orang yang memiliki pola perselingkuhan berulang atau serial cheater.
Menurut Howe, pola itu biasanya berkaitan dengan masalah yang lebih dalam, seperti rasa tidak aman, takut berkomitmen, atau kebutuhan mencari validasi dari orang lain.