Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pola Perselingkuhan Bisa Terulang dalam Hubungan Berikutnya, Ini Temuan Studi

Kompas.com, 18 Mei 2026, 21:03 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com - Orang yang pernah berselingkuh disebut memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengulang perilaku yang sama pada hubungan berikutnya.

Temuan itu terungkap dalam studi University of Denver yang meneliti pola perselingkuhan dari satu hubungan ke hubungan lainnya selama lima tahun.

Penelitian tersebut melacak sekitar 1.600 orang dewasa yang belum menikah. Hasilnya, seseorang diketahui tiga kali lebih mungkin berselingkuh lagi jika pernah melakukannya di masa lalu.

Tak hanya pelaku, orang yang pernah diselingkuhi juga disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami pengalaman serupa di hubungan berikutnya.

Peneliti utama Kayla Knopp mengatakan pengalaman dalam hubungan sebelumnya sering kali terbawa ke hubungan baru, termasuk pola perilaku yang berkaitan dengan perselingkuhan.

“Pengalaman masa lalu berpengaruh dalam hubungan. Apa yang kita lakukan dalam hubungan sebelumnya bisa memengaruhi hubungan berikutnya, termasuk soal perselingkuhan,” kata Knopp, seperti dikutip dari laman resmi University of Denver (19/9/2018).

Baca juga: Punya Riwayat Selingkuh di Keluarga, Ini Risiko dan Cara Mencegahnya Menurut Pakar

Tidak semua orang akan mengulanginya

Meski begitu, Knopp menegaskan bahwa pola tersebut bukan berarti semua orang yang pernah selingkuh pasti akan mengulanginya lagi.

“Ada banyak orang yang berhasil memutus pola itu,” ujarnya.

Menurut Knopp, memahami pola hubungan sebelumnya justru bisa membantu seseorang lebih waspada dan mengambil keputusan yang lebih sehat dalam hubungan berikutnya.

Ia juga menekankan bahwa perselingkuhan bukan semata dipengaruhi satu faktor tertentu, melainkan kombinasi berbagai hal, termasuk nilai pribadi, lingkungan, hingga kesempatan yang tersedia.

Baca juga: 7 Bahasa Tubuh yang Menandakan Pasanganmu Selingkuh

Ada pola “serial cheater”

Ilustrasi pasangan selingkuh. Penelitian menemukan bahwa pengalaman perselingkuhan dalam hubungan sebelumnya bisa memengaruhi pola hubungan seseorang di masa depan.Freepik/jcomp Ilustrasi pasangan selingkuh. Penelitian menemukan bahwa pengalaman perselingkuhan dalam hubungan sebelumnya bisa memengaruhi pola hubungan seseorang di masa depan.

Melansir Body+Soul (17/11/2024), psikoterapis klinis dan konselor pasangan Jennifer Nurick mengatakan ungkapan “sekali selingkuh akan selalu selingkuh” tidak selalu benar karena sebagian orang justru belajar dari kesalahan mereka.

“Saya rasa banyak orang belajar dari perselingkuhan karena tindakan itu memunculkan rasa bersalah dan menyadarkan mereka bahwa mereka tidak ingin menyakiti pasangan lagi,” kata Nurick.

Namun, pakar hubungan Sophie Howe mengatakan memang ada orang yang memiliki pola perselingkuhan berulang atau serial cheater.

Menurut Howe, pola itu biasanya berkaitan dengan masalah yang lebih dalam, seperti rasa tidak aman, takut berkomitmen, atau kebutuhan mencari validasi dari orang lain.

Halaman:


Terkini Lainnya
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
Wellness
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Relationship
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Relationship
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Fashion
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Fashion
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Wellness
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Relationship
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
Beauty & Grooming
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Fashion
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Wellness
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Relationship
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Relationship
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Wellness
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
Wellness
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
Beauty & Grooming
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau