Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kurang Validasi dan Rasa Bosan Sering jadi Alasan Wanita Selingkuh

Kompas.com, 23 Maret 2026, 08:35 WIB
Nabilla Ramadhian,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam sebuah hubungan asmara, kesetiaan menjadi fondasi utama yang disepakati kedua belah pihak. Jika hal itu dilanggar oleh perselingkuhan, hubungan seringkali sulit dipertahankan.

Fenomena perselingkuhan ini tidak hanya terjadi pada pria, tetapi juga wanita. Meski sering kali luput dari sorotan utama, motif di balik keputusan wanita untuk tidak setia memiliki dinamika tersendiri yang berakar pada kualitas hubungan yang sedang dijalani.

"Ketika seseorang berselingkuh, mereka melanggar kesepakatan ini dan mempertaruhkan kesehatan serta stabilitas hubungan mereka," ujar psikolog sosial Theresa E. DiDonato, PhD, dalam tulisannya di Psychology Today, Minggu (22/3/2026).

Baca juga: 5 Tanda Pasangan yang Pernah Selingkuh Tak Akan Mengulanginya

Wanita selingkuh karena apa?

Penelitian tahun 2024 berjudul "Why women cheat: testing evolutionary hypotheses for female infidelity in a multinational sample" mengungkap berbagai motivasi di balik tindakan ini.

Studi tersebut mempelajari respons dari ratusan responden, yang mencau 116 wanita dan 138 pria di berbagai negara, yang pernah melakukan perselingkuhan untuk memetakan alasan utamanya.

Faktor ketidakpuasan emosional dan perhatian

Ketidakbahagiaan dalam hubungan menjadi alasan paling dominan yang dilaporkan oleh 64,66 persen wanita.

Kondisi ini mencerminkan adanya pola hubungan yang tidak sehat, keterlepasan emosional, atau konflik yang terus-menerus terjadi di antara pasangan.

Baca juga: Mimpi Istri Selingkuh, Pertanda Keretakan Rumah Tangga?

Selain ketidakbahagiaan, sebanyak 22,41 persen wanita berselingkuh karena merasa pasangannya sudah tidak peduli atau menganggap remeh hubungan. Menariknya, jumlah wanita yang memberikan alasan ini tercatat empat kali lebih banyak daripada pria.

Alasan lainnya yang cukup signifikan adalah keinginan untuk balas dendam (15,52 persen). Ketika seorang wanita mengetahui pasangannya berkhianat, hal tersebut dapat memotivasi mereka untuk melakukan hal serupa sebagai bentuk pelampiasan rasa sakit hati.

Rasa bosan hingga kebutuhan seksual

Faktor kejenuhan juga mengambil peran dalam dinamika perselingkuhan wanita. Sekitar 12,93 persen responden mengaku tidak setia karena merasa hidupnya membosankan, atau sekadar ingin mencari sesuatu yang baru untuk mewarnai keseharian mereka.

Baca juga: Ingin Rujuk, Ini Cara Meyakinkan Diri Pasangan Tak Mengulangi Kesalahan

Di sisi lain, kebutuhan biologis pun tetap menjadi faktor yang muncul. Sebanyak 8,62 persen responden menyatakan ketidakpuasan seksual bersama pasangan utama sebagai alasan mereka mencari pasangan lain di luar pernikahan.

"Ketika wanita tidak bahagia dengan kehidupan seks mereka bersama pasangannya, mereka mungkin menggunakan ini sebagai alasan untuk mencari pasangan seksual lain," ucap DiDonato.

Faktor situasional dan validasi diri

Perselingkuhan tidak selalu berakar dari masalah menahun. Terkadang faktor situasional memicu keputusan impulsif (7,76 persen).

Pengaruh zat tertentu atau adanya godaan saat seseorang sedang tidak fokus pada dampak jangka panjang juga bisa menjadi penyebabnya.

Kebutuhan akan validasi juga muncul sebagai motif bagi 6,90 persen wanita. Merasa dihargai, dilihat, dan dipahami, merupakan kebutuhan mendasar yang jika tidak terpenuhi dalam hubungan utama, berisiko dicari di tempat lain.

Halaman:


Terkini Lainnya
Sering Pakai Topi Bikin Rambut Rontok, Mitos atau Fakta?
Sering Pakai Topi Bikin Rambut Rontok, Mitos atau Fakta?
Beauty & Grooming
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
Wellness
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Relationship
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Relationship
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Fashion
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Fashion
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Wellness
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Relationship
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
Beauty & Grooming
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Fashion
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Wellness
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Relationship
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Relationship
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Wellness
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau