Ia juga menambahkan bahwa penggunaan wewangian telah lama menjadi bagian dari tradisi, baik melalui bunga maupun rempah-rempah.
Hal ini membuat parfum menjadi produk yang relevan secara budaya sekaligus memiliki daya tarik emosional yang kuat.
Baca juga: 5 Tips Memilih Wangi Parfum Sesuai Kepribadian, Pilih Aroma Bahagia
Seiring meningkatnya minat terhadap parfum, pasar fragrance di Indonesia juga terus mengalami pertumbuhan.
Maria menyebut bahwa pertumbuhan kategori ini mencapai lebih dari 20 persen setiap tahun.
Bahkan, dalam periode 2020 hingga 2024, pertumbuhan pasar tercatat mencapai sekitar 67 persen.
Pertumbuhan ini juga didorong oleh munculnya berbagai brand baru, termasuk merek lokal yang mulai meramaikan pasar parfum premium.
Baca juga: 7 Aroma Parfum yang Menenangkan Pikiran dan Meredakan Stres
Kehadiran brand lokal ini turut memperluas pilihan konsumen, sekaligus membuat pasar menjadi lebih dinamis.
Konsumen kini tidak hanya mengenal merek global, tetapi juga mulai melirik produk dalam negeri dengan karakter aroma yang lebih dekat dengan preferensi lokal.
Selain itu, meningkatnya akses terhadap informasi melalui media sosial juga berperan dalam mendorong minat masyarakat terhadap parfum.
Rekomendasi dari content creator serta tren layering parfum turut memengaruhi cara konsumen memilih dan menggunakan wewangian.
Kondisi ini menunjukkan bahwa parfum memiliki peran penting dalam pasar luxury beauty di Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang