Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rumah Jadi Fondasi Perlindungan Anak, Pengasuhan Bukan Tugas Ibu Saja

Kompas.com, 1 Maret 2026, 13:05 WIB
Nabilla Ramadhian,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

Konsultasi Tanya Pakar Parenting

Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel

Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam struktur perlindungan anak, rumah menempati posisi yang paling penting sebagai garda terdepan.

Lingkungan keluarga bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah ekosistem pertama yang menentukan bagaimana seorang anak akan tumbuh, berkembang, dan merasa aman di dunia luar.

Pentingnya menempatkan rumah sebagai pilar utama perlindungan anak ini ditekankan oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus pemerhati perempuan dan anak, Ida Fauziyah.

"Rumah adalah fondasi utama perlindungan kepada anak. Baru saya katakan sekolah, dan didukung oleh lingkungan. Begitu pentingnya rumah sebagai fondasi perlindungan kepada anak, maka dibutuhkan pola pengasuhan yang baik," ujar Ida dalam sebuah dialog bersama Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI di Fakultas Ilmu Kedokteran UI, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, sekolah dan lingkungan sosial hanya bisa memberikan dukungan optimal jika fondasi di dalam rumah sudah terbangun dengan kuat melalui pola asuh yang benar.

Baca juga: Pola Asuh Buruk, Masa Depan Anak Tidak Terang

Edukasi pengasuhan yang terus diperbarui

Ilustrasi orangtua bersama anak. Psikolog menjelaskan bahwa rasa sedih melihat orangtua lembut ke cucu adalah duka kecil atas kebutuhan emosional masa lalu yang belum terpenuhi.Freepik/Freepik Ilustrasi orangtua bersama anak. Psikolog menjelaskan bahwa rasa sedih melihat orangtua lembut ke cucu adalah duka kecil atas kebutuhan emosional masa lalu yang belum terpenuhi.

Ida mengapresiasi kebijakan pemerintah yang sudah mulai mengintervensi kesiapan keluarga melalui konseling pranikah di bawah Kementerian Agama.

Namun, ia menilai tantangan mengasuh anak tidak bisa hanya dibekali dengan satu kali sesi bimbingan sebelum menikah, melainkan butuh pembaruan ilmu yang terus-menerus.

Ibaratnya, kapasitas mental dan kesabaran orangtua mirip dengan daya baterai ponsel yang bisa menurun drastis akibat tekanan keseharian.

Baca juga: Kesulitan Ekonomi Bisa Berakibat Ibu Kesulitan Memberikan Pola Asuh yang Optimal

"Kita sebagai orangtua juga sangat perlu sekali untuk men-charge karena pengasuhan itu juga up and down. Kadang, ketika emosi, prinsip-prinsip pengasuhan agak diabaikan," ungkap Ida.

Oleh karena itu, orangtua perlu memiliki kesadaran untuk terus belajar dan memperbarui cara berkomunikasi dengan anak agar prinsip kasih sayang tidak hilang saat emosi sedang memuncak.

"Makanya parenting itu saya setuju tidak hanya dilakukan pranikah, tapi parenting dibutuhkan berkali-kali," tutur dia.

Baca juga: 6 Tanda Anak Sensitif yang Sering Tidak Disadari Orangtua

Mendobrak stereotipe gender dalam pengasuhan

Ilustrasi orangtua.Dok. Unsplash/National Cancer Institute Ilustrasi orangtua.

Perihal pengasuhan anak, Ida turut mengkritik budaya masyarakat Indonesia yang masih cenderung meletakkan beban pengasuhan hanya di pundak perempuan.

"Kalau anaknya nakal, pasti ngomong, 'ibunya siapa nih?'. Padaha sesungguhnya, pengasuhan itu adalah tanggung jawab orangtua, tanggung jawab bapak dan ibu, tanggung jawab bersama," tutur dia.

Stereotipe bahwa "ayah hanya mencari nafkah" dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak anak untuk mendapatkan kasih sayang dan figur pelindung dari kedua orangtuanya.

Baca juga: 10 Cara Menjadi Orangtua yang Lebih Dekat dengan Anak

Halaman:


Terkini Lainnya
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
Wellness
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Relationship
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Relationship
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Fashion
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Fashion
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Wellness
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Relationship
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
Beauty & Grooming
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Fashion
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Wellness
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Relationship
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Relationship
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Wellness
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
Wellness
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
6 Rekomendasi Serum Cushion, Ringan dan Flawless di Kulit Wajah
Beauty & Grooming
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau