KOMPAS.com - Minyak zaitun sering dianggap sebagai bahan makanan sehat yang aman dikonsumsi setiap hari, termasuk untuk diet menurunkan berat badan. Belakangan, tren olive oil shot atau minum satu sendok minyak zaitun langsung bahkan ramai di TikTok dan Instagram.
Namun, ahli mengingatkan minyak zaitun tetap mengandung kalori cukup tinggi sehingga konsumsinya perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sedang menjaga berat badan.
Dokter spesialis gizi klinik RS Ciputra Citra Garden, dr. Jovita Amelia, Sp.GK mengatakan minyak zaitun memang termasuk sumber lemak sehat yang baik untuk tubuh.
“Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal yang lebih sehat dibandingkan lemak jenuh,” ujar dr. Jovita saat diwawancarai Kompas.com pada Kamis (9/4/2026).
Meski begitu, ia menegaskan minyak zaitun tetap merupakan sumber energi yang tinggi kalori.
Satu sendok minyak zaitun bisa lebih dari 100 kalori
Melansir Fox News (3/12/2025), dokter keluarga asal North Carolina, Will Haas, mengingatkan kebiasaan minum minyak zaitun langsung setiap hari bisa menambah ratusan kalori tambahan dalam seminggu.
Satu sendok makan minyak zaitun mengandung sekitar 119 kalori.
Karena itu, jika dikonsumsi rutin tanpa memperhatikan total asupan harian, jumlah kalori yang masuk ke tubuh bisa meningkat tanpa disadari.
“Minyak zaitun memang baik untuk kesehatan, tetapi manfaat terbaiknya didapat saat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang,” kata Haas.
Ia juga menyarankan minyak zaitun lebih baik dikonsumsi bersama makanan dibanding diminum langsung saat perut kosong.
Meski tinggi kalori, minyak zaitun tetap memiliki sejumlah manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Laporan Healthline (4/8/2025) menyebut minyak zaitun extra virgin mengandung asam oleat, vitamin E, vitamin K, dan polifenol yang bersifat antioksidan.
Kandungan tersebut dinilai baik untuk kesehatan jantung dan membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif akibat radikal bebas.
Beberapa penelitian juga menunjukkan lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti minyak zaitun bisa dikonsumsi tanpa batas.
Ahli gizi ingatkan diet tetap harus seimbang
Ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum mengatakan banyak orang sering terjebak menganggap makanan sehat pasti bebas dikonsumsi sebanyak apa pun.
Padahal, semua makanan tetap memiliki kandungan energi yang perlu diperhatikan.
“Tidak ada bahan tunggal yang otomatis membuat berat badan turun kalau pola makan dan gaya hidupnya tidak diperbaiki,” ujar dr. Tan saat diwawancarai Kompas.com pada Rabu (8/4/2026).
Menurut dia, penurunan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan antara asupan kalori dan aktivitas fisik sehari-hari.
Karena itu, penggunaan minyak zaitun sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan, bukan dijadikan “jalan pintas” untuk diet.
Lebih baik dipakai untuk makanan sehari-hari
Para ahli menilai minyak zaitun lebih tepat digunakan sebagai campuran salad, tumisan, atau pengganti lemak jenuh dibanding diminum langsung sebagai tren media sosial.
Selain membantu memperkaya rasa makanan, cara tersebut juga dianggap lebih nyaman untuk sistem pencernaan.
Belum ada bukti kuat bahwa konsumsi campuran minyak zaitun dan lemon dalam bentuk olive oil lemon shot dapat bekerja sebagai minuman detoks atau solusi instan untuk menurunkan berat badan.
Karena itu, masyarakat diimbau lebih berhati-hati terhadap klaim kesehatan viral di media sosial dan tetap fokus pada pola hidup sehat yang realistis dan berkelanjutan.
https://lifestyle.kompas.com/read/2026/05/22/140300720/tren-minum-olive-oil-shot-saat-diet-viral-ahli-gizi-ingatkan-soal-kalori