Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kolaborasi Beorganik dan Anteraja Hadirkan Ruang Berbagi untuk Anak-anak Rumah Yatim

Kompas.com, 12 Maret 2026, 18:02 WIB
Sri Noviyanti

Editor


KOMPAS.com - Beorganik dan Anteraja menggelar kampanye kolaboratif #AnterJemputKebaikan yang digelar di Rumah Yatim cabang Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ada 20 sukarelawan berkumpul bersama 20 anak panti asuhan untuk menghabiskan waktu dalam suasana kebersamaan. Berbagai aktivitas digelar, mulai dari kuis interaktif, sesi menggambar bertema Cinta Alam Indonesia, hingga buka puasa bersama.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga pengalaman kebersamaan yang menyenangkan bagi anak-anak. Pada akhir acara, mereka menerima berbagai hadiah, termasuk goodie bag, alat tulis untuk belajar, serta produk kesehatan dari Beorganik dan Anteraja.

Suasana kegiatan juga semakin hangat dengan kehadiran aktor sekaligus pengusaha Irfan Farhad bersama istri serta kreator konten Farhan Jijima yang turut berinteraksi dengan anak-anak selama acara berlangsung.

Baca juga: Program Remember Dompet Dhuafa Jangkau Ribuan Anak Yatim dan Penghafal Al Quran

Bagi kedua perusahaan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan dampak sosial yang lebih luas, sekaligus mengingatkan bahwa praktik berbagi dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

CEO Beorganik Eric Steven mengatakan bahwa Ramadhan menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk kembali menegaskan komitmen sosialnya.

“Di Beorganik, kami percaya bahwa brand memiliki tanggung jawab untuk memberi kembali. Ramadhan selalu menjadi pengingat untuk menjalankan komitmen itu secara konsisten.

Kegiatan berbagi ini merupakan agenda rutin kami, dan kali ini terasa lebih istimewa karena bersama Anteraja kami dapat bergerak lebih jauh untuk #AnterkanKebaikan kepada anak-anak di Rumah Yatim,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Sido Muncul Berbagi Berkah Ramadhan kepada 1.000 Anak Yatim

Eric berharap, kolaborasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah berkelanjutan yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Senada dengan itu, Head of Brand & Marketing Anteraja Natasha Estelle menyampaikan bahwa perusahaan ingin mengambil peran aktif dalam kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi komunitas.

“Sebagai bagian dari masyarakat, Anteraja ingin menjalankan perannya sebaik mungkin. Kami percaya anak-anak di Rumah Yatim memiliki potensi besar untuk membentuk masa depan Indonesia. Dengan visi yang sejalan dengan Beorganik, kami berharap kolaborasi ini dapat terus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat,” kata Natasha.

Baca juga: Kisah Kasih Sayang Laga Kusuma untuk Desa Bangsri, Jadi Bapak bagi Anak Yatim dan Disabilitas Blora

Beorganik sendiri dikenal sebagai brand yang menghadirkan berbagai produk kebutuhan sehat sehari-hari, seperti superfood, minuman fungsional, dan produk berbasis bahan alami.

Sementara Anteraja merupakan perusahaan logistik berbasis teknologi dengan layanan pengiriman terintegrasi yang menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, kedua pihak ingin menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya menjadi waktu untuk menahan diri, tetapi juga momen untuk memperluas empati dan memperkuat semangat berbagi kepada sesama.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
BUMN
Padukan Kearifan Lokal dan Sains, Muhammadiyah Resmikan Sekolah Berbasis Konservasi di Papua Barat
Padukan Kearifan Lokal dan Sains, Muhammadiyah Resmikan Sekolah Berbasis Konservasi di Papua Barat
LSM/Figur
Grup Astra Lirik PLTS Atap untuk Tekan Emisi dan Konsumsi Energi
Grup Astra Lirik PLTS Atap untuk Tekan Emisi dan Konsumsi Energi
Swasta
Karhutla di Sumsel capai 182,54 hektare pada Januari-April 2026
Karhutla di Sumsel capai 182,54 hektare pada Januari-April 2026
Pemerintah
Sering Tak Disadari Penyelam, Kebiasaan Ini Bisa Rusak Terumbu Karang
Sering Tak Disadari Penyelam, Kebiasaan Ini Bisa Rusak Terumbu Karang
Pemerintah
BRIN Temukan 1.583 Spesies Baru Selama Hampir Enam Dekade Terakhir
BRIN Temukan 1.583 Spesies Baru Selama Hampir Enam Dekade Terakhir
Pemerintah
Boros Energi, Ahli Desak Konsumen Gunakan Pendingin Alternatif
Boros Energi, Ahli Desak Konsumen Gunakan Pendingin Alternatif
Pemerintah
Meriahkan Waisak 2026, DKI Jakarta Wujudkan Kota Inklusif lewat 'Illumination of Jakarta, Glow of Peace'
Meriahkan Waisak 2026, DKI Jakarta Wujudkan Kota Inklusif lewat "Illumination of Jakarta, Glow of Peace"
Pemerintah
Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Kompak Investasi Teknologi Ramah Lingkungan
Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Kompak Investasi Teknologi Ramah Lingkungan
Pemerintah
Batasi Medsos Dinilai Tak Efektif, PBB Desak Platform Lebih Aman untuk Anak
Batasi Medsos Dinilai Tak Efektif, PBB Desak Platform Lebih Aman untuk Anak
Pemerintah
Pagi Ini, Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Pagi Ini, Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Swasta
Perkuat Biodiversitas, Nuanu Creative City Tanam 1.000 Pohon Lokal
Perkuat Biodiversitas, Nuanu Creative City Tanam 1.000 Pohon Lokal
LSM/Figur
Bukit Asam Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir
Bukit Asam Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir
BUMN
Perempuan Lebih Rentan di Lingkungan Kerja 'Toxic'
Perempuan Lebih Rentan di Lingkungan Kerja "Toxic"
Swasta
Studi Sebut Swasembada Saja Tak Cukup Cegah Krisis Pangan Global
Studi Sebut Swasembada Saja Tak Cukup Cegah Krisis Pangan Global
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau