Belajar di Negeri Orang, Kakak–Adik Ini Tumbuh Bersama di JCU Singapore 

Kompas.com - 02/03/2026, 11:15 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menempuh pendidikan tinggi kerap menjadi fase “perpisahan” bagi seseorang dengan saudara, orangtua, maupun kerabat terdekat. Fase ini sering dipandang sebagai pengalaman individual untuk belajar mandiri sekaligus menata masa depan.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi Fenny Tasya Zalsabiella dan Femmy Michellyvia. Kakak-beradik asal Medan tersebut memilih menempuh perjalanan akademik bersama di James Cook University (JCU) Singapore.

Keputusan itu bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil pertimbangan matang dalam menghadapi sistem pendidikan global yang cepat, padat, dan menuntut disiplin tinggi.

Saat ini, Fenny menempuh program Master of Business Administration (MBA) dengan fokus Finance. Sementara itu, Femmy mengambil program Bachelor of Commerce jurusan Accounting

Keduanya kuliah di kampus yang sama dalam waktu relatif berdekatan, bahkan memulai proses pendaftaran hingga persiapan bahasa Inggris bersama.

Baca juga: Dari James Cook University ke YSL Beauty, Kisah Arlya yang Sukses Merintis Karier di Industri Kecantikan

Lebih dari sisterhood, sebuah keputusan strategis

Dengan selisih usia lima tahun, Fenny memiliki pengalaman lebih panjang, termasuk menyelesaikan studi S1 Computer Science di Indonesia dan bekerja selama tiga tahun di perusahaan pertambangan nikel.

Meski berlatar belakang teknologi informasi (IT), Fenny bekerja di bidang human resources (HR) yang turut bersinggungan dengan finance. Dari situlah ketertarikannya terhadap dunia keuangan tumbuh hingga akhirnya memutuskan melanjutkan studi.

Sementara itu, Femmy yang baru lulus sekolah menengah atas (SMA) tertarik melanjutkan pendidikan ke JCU Singapore pada Januari 2025. 

Ia mengatakan bahwa salah satu pertimbangannya adalah durasi studi yang relatif lebih singkat dibandingkan kampus lain, terutama di Indonesia.

Program Bachelor (S1) dapat diselesaikan dalam dua tahun, sedangkan program Master (S2) ditempuh dalam satu tahun.

“Untuk adik, saya saranin dia karena di JCU cuma dua tahun, sedangkan di tempat lain empat tahun. Untuk S2 di JCU satu tahun, sedangkan di Indonesia dan kampus lain dua tahun,” ujar Fenny kepada Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Kisah Inspiratif Alumnus James Cook University, dari Pendidikan Bisnis ke Puncak Karier Industri Ekspor

Kaget di awal, cepat menyesuaikan

Belajar di luar negeri menghadirkan tantangan tersendiri. Bahasa Inggris menjadi bahasa utama dalam diskusi kelas, tugas, maupun interaksi sehari-hari.

Meski telah mengikuti kursus bahasa Inggris, Fenny dan Femmy tetap merasakan kegugupan di awal.

“Pertama masuk agak kagok karena dulu belajarnya semua dalam Bahasa Indonesia, sekarang semuanya dalam Bahasa Inggris” kata Fenny.

Perbedaan bahasa dan budaya juga dirasakan Femmy. Bahkan, selera humor sempat menjadi hambatan dalam berinteraksi.

“Akhirnya jarang keluarin jokes karena pasti beda dan mereka enggak bakal ketawa,” ungkapnya.

Seiring waktu, Femmy dan Fenny mulai terbiasa. Lingkungan multikultural di kampus membuat suasana belajar menjadi lebih cair dan nyaman.

Baca juga: Suka Tantangan, Lulusan James Cook University Ini Pilih Kerja di PT Freeport Indonesia dan Hadapi Keluhan Masyarakat Timika

Ritme akademik cepat dan intensif

Fenny mengaku perbedaan paling terasa antara sistem perkuliahan di Indonesia dan Singapura adalah tempo belajar. 

Di JCU, satu semester berlangsung sekitar tiga setengah bulan tanpa jeda panjang. Tugas datang hampir setiap pekan sehingga mahasiswa dituntut selalu siap dan terorganisasi.

“Saya pernah enggak ngikutin satu mata kuliah. Kalau enggak ikut satu hari saja, benar-benar bisa ketinggalan. Materi hari ini bisa langsung berkaitan dengan tugas minggu depan,” ujar Fenny.

Sistem tersebut membentuk disiplin dan manajemen waktu. Fenny terbiasa mencicil tugas sejak awal dan belajar mandiri agar terhindar dari tekanan berlebihan.

Dua fokus akademik

Meski telah bekerja di bidang finance, Fenny mengaku pembelajaran teori tetap menjadi tantangan. 

Ia mengungkapkan, salah satu mata kuliah yang cukup menantang adalah Corporate Finance karena menuntut ketelitian analisis dan perhitungan.

Baca juga: Hebat, Lulusan James Cook University Ini Berperan dalam Pembuatan Kapal TNI AL, AD dan POLAIRUD

“Kalau mata kuliah yang paling saya suka Leadership Future karena benar-benar kepakai untuk saya ke depannya. Ini mengajarkan kita bagaimana menjadi seorang leader di masa depan,” ujar Fenny. 

Sementara itu, ketertarikan Femmy pada angka sudah muncul sejak kecil melalui permainan sempoa (abacus). 

Selama kuliah di JCU, ia berhasil meraih Merit Scholarship yang memberikan potongan biaya kuliah yang cukup besar.

Femmy mengaku, mata kuliah favoritnya adalah Financial Accounting dan Management Accounting karena mengajarkan penyusunan laporan keuangan sekaligus penggunaannya dalam pengambilan keputusan bisnis.

Kampus sebagai ruang bertumbuh 

Di luar ruang kelas, dukungan kampus turut membantu proses adaptasi. Dosen-dosen di JCU Singapore dikenal suportif dan komunikatif.

Baca juga: Tanda Tangani MoU, James Cook University dan UGM Kolaborasi di Bidang Pendidikan dan Penelitian

Femmy mengatakan, tak jarang dosen-dosennya mengajak berbincang atau menanyakan kabar untuk membantu mahasiswa internasional merasa lebih diterima dan nyaman.

“Sampai saat ini, saya kebetulan mendapatkan dosen yang cukup asyik. Mereka sering mengajak ngobrol, misalnya tentang hobi atau rencana weekend, jadi terasa seperti teman,” ujarnya.

Keduanya juga memanfaatkan berbagai fasilitas kampus, seperti Study Hub untuk diskusi kelompok dan perpustakaan untuk belajar mandiri.

Selain itu, sistem e-resources dan e-books juga memudahkan akses materi akademik tanpa harus bergantung pada buku fisik.

Hidup bersama, tetap mandiri

Meski tinggal bersama di apartemen di Singapura, Fenny dan Femmy jarang membahas urusan kuliah di rumah. 

Mereka lebih sering berbagi cerita ringan, termasuk aktivitas IndoJCU, komunitas mahasiswa Indonesia di JCU Singapore.

Baca juga: Kisah Sheryl Natasha, Lulusan James Cook University, Singapore yang Kini Bekerja di Amazon Web Services

“Kami ikut aktivitas IndoJCU, misalnya mengadakan acara penyambutan murid baru (welcome gathering), atau permainan 17 Agustus-an,” kata Fenny.

Meski tinggal di negeri orang, keakraban kakak-adik ini tetap terjaga setelah 25 tahun hidup bersama. Di luar aktivitas kampus, keduanya kerap menghabiskan waktu untuk berwisata kuliner hingga menonton konser pada akhir pekan.

“Biasanya kami mengeksplor tempat baru atau yang sedang viral. Pernah juga menonton konser Niki tahun lalu,” ujar Fenny.

Mereka menambahkan, untuk saat ini mereka masih menikmati ritme kehidupan di Singapura. Hampir setiap akhir pekan, keduanya pergi mencari tempat makan yang sedang populer atau sekadar mencoba kuliner yang menarik perhatian.

Di luar itu, keduanya juga terbuka dengan komunitas baru. Fenny yang menempuh pendidikan magister mengaku tidak selalu mengikuti dinamika generasi yang lebih muda, sehingga lebih banyak berbaur dengan komunitas Indonesia.

Sementara itu, Femmy yang memiliki banyak teman sebaya menjalin pertemanan dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang etnis.

Baca juga: Dari AI hingga Cyber Security, Strategi Baru MIT JCU Siapkan Talenta Digital

Pada akhirnya, perjalanan Fenny dan Femmy di JCU Singapore bukan sekadar tentang kuliah bersama sebagai kakak-adik, tetapi beradaptasi dengan sistem yang serba cepat dan tumbuh di lingkungan global yang menuntut kemandirian.

Pelajari lebih lanjut mengenai program perkuliahan yang ada di James Cook University di jcu.edu.sg/id atau menghubungi James Cook University melalui e-mail andrew.lim@jcu.edu.au

Terkini Lainnya
Dari AI hingga Cyber Security, Strategi Baru MIT JCU Siapkan Talenta Digital

Dari AI hingga Cyber Security, Strategi Baru MIT JCU Siapkan Talenta Digital

James Cook University
Berawal dari Game Design, Lulusan JCU Ini Sukses Melangkah ke World Bank dan OCBC NISP

Berawal dari Game Design, Lulusan JCU Ini Sukses Melangkah ke World Bank dan OCBC NISP

James Cook University
Berkat Nonton “Finding Nemo”, Pemuda asal Papua Ini Lanjutkan Studi Marine Biology di JCU Australia

Berkat Nonton “Finding Nemo”, Pemuda asal Papua Ini Lanjutkan Studi Marine Biology di JCU Australia

James Cook University
Dari James Cook University ke YSL Beauty, Kisah Arlya yang Sukses Merintis Karier di Industri Kecantikan

Dari James Cook University ke YSL Beauty, Kisah Arlya yang Sukses Merintis Karier di Industri Kecantikan

James Cook University
Suka Tantangan, Lulusan James Cook University Ini Pilih Kerja di PT Freeport Indonesia dan Hadapi Keluhan Masyarakat Timika

Suka Tantangan, Lulusan James Cook University Ini Pilih Kerja di PT Freeport Indonesia dan Hadapi Keluhan Masyarakat Timika

James Cook University
Kisah Inspiratif Alumnus James Cook University, dari Pendidikan Bisnis ke Puncak Karier Industri Ekspor

Kisah Inspiratif Alumnus James Cook University, dari Pendidikan Bisnis ke Puncak Karier Industri Ekspor

James Cook University
Hebat, Lulusan James Cook University Ini Berperan dalam Pembuatan Kapal TNI AL, AD dan POLAIRUD

Hebat, Lulusan James Cook University Ini Berperan dalam Pembuatan Kapal TNI AL, AD dan POLAIRUD

James Cook University
Bukan Pabrik Gelar, Begini Komitmen JCU Bina Talenta untuk Penuhi Kebutuhan Industri

Bukan Pabrik Gelar, Begini Komitmen JCU Bina Talenta untuk Penuhi Kebutuhan Industri

James Cook University
Kisah Alumnus JCU, Singapore yang Terapkan Ilmu Mengelola Manusia dan Waktu di Stockbit dan Tokopedia

Kisah Alumnus JCU, Singapore yang Terapkan Ilmu Mengelola Manusia dan Waktu di Stockbit dan Tokopedia

James Cook University
Lulusan Bachelor of Commerce JCU Singapore Ini Tumbuhkan Pasar Indofood di Kawasan Asia

Lulusan Bachelor of Commerce JCU Singapore Ini Tumbuhkan Pasar Indofood di Kawasan Asia

James Cook University
Dekan Internasional JCU Singapore Tekankan Pentingnya Keberlanjutan di Lingkup Universitas

Dekan Internasional JCU Singapore Tekankan Pentingnya Keberlanjutan di Lingkup Universitas

James Cook University
Selesai SMA Kelas 11, Mulai Bangku Kuliah dengan Pre-University Foundation Program

Selesai SMA Kelas 11, Mulai Bangku Kuliah dengan Pre-University Foundation Program

James Cook University
Founder Polki Indonesia Terapkan Ilmu dari JCU Singapore untuk Raih Impian Jadi Wirausaha

Founder Polki Indonesia Terapkan Ilmu dari JCU Singapore untuk Raih Impian Jadi Wirausaha

James Cook University
Hindari Pencurian Data Pribadi di Era Belanja Online, Dosen JCU Singapore Bagikan Tips Ini

Hindari Pencurian Data Pribadi di Era Belanja Online, Dosen JCU Singapore Bagikan Tips Ini

James Cook University
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com