| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Wall Street Nyaris Cetak Rekor Baru, Reli AI Kalahkan Kekhawatiran Pasar


Senin, 01 Juni 2026 / 21:44 WIB
Wall Street Nyaris Cetak Rekor Baru, Reli AI Kalahkan Kekhawatiran Pasar
ILUSTRASI. Global Markets - Wall Street (REUTERS/Lucas Jackson)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Wall Street mengawali Juni dengan bergerak di dekat level tertinggi sepanjang masa.

Optimisme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), terutama setelah peluncuran chip terbaru Nvidia, mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap memanasnya konflik Amerika Serikat-Iran yang kembali menekan harga energi.

Pada perdagangan pagi waktu setempat, indeks Dow Jones melemah 0,35% ke 50.855,46. Sementara itu, S&P 500 naik tipis 0,02% ke 7.581,88 dan Nasdaq menguat 0,15% ke 27.012,14.

Saham Nvidia melonjak 4% setelah perusahaan itu memperkenalkan chip baru yang memungkinkan kemampuan AI dijalankan langsung di laptop dan komputer pribadi.

Produk tersebut merupakan hasil kolaborasi selama tiga tahun dengan Microsoft untuk menghadirkan generasi baru komputer berbasis AI.

Sentimen positif itu turut mengangkat saham Microsoft sebesar 2,5% dan mendorong indeks sektor teknologi S&P 500 naik 1,5%.

Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Baru, Euforia AI dan Harapan Damai Dorong Reli Saham

Namun, dampak peluncuran chip Nvidia tidak dirasakan merata di industri semikonduktor. Saham Qualcomm anjlok 6%, sementara AMD dan Intel masing-masing turun 3,1% dan 4,4%.

Di sisi lain, produsen chip memori Micron Technology melonjak 5,7% hingga menembus level US$1.000 per saham untuk pertama kalinya, melanjutkan reli hampir 90% sepanjang Mei.

Kepala Strategi Ekonomi Annex Wealth Management, Brian Jacobsen, menilai Nvidia berpotensi memperluas pasar komputer AI, tetapi sebagian besar pertumbuhan tersebut kemungkinan akan menggerus pangsa pemain lama.

Menurutnya, produsen chip memori seperti Micron justru berada dalam posisi yang diuntungkan karena produk mereka menjadi pelengkap utama bagi prosesor yang digunakan pada komputer generasi baru.

Meski sektor teknologi menguat, suasana pasar secara keseluruhan masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Harga minyak melonjak sekitar 5% setelah kantor berita Tasnim melaporkan bahwa tim negosiasi Iran menghentikan pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait serangan di Lebanon.

Baca Juga: Wall Street Ambruk, Lonjakan Harga Minyak dan Ancaman Inflasi Guncang Pasar

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi dan prospek ekonomi global. Akibatnya, sembilan dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 berada di zona merah, dengan sektor barang konsumsi non-primer menjadi yang terburuk setelah turun 2%.

Saham-saham perangkat lunak juga menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan akibat kekhawatiran bahwa perkembangan AI akan mengganggu model bisnis mereka.

ServiceNow melonjak 10,7%, IBM naik 6%, sedangkan indeks layanan perangkat lunak menguat 3% dan berhasil menghapus seluruh kerugian sejak akhir Januari.

Di sektor teknologi lainnya, Cadence Design Systems naik 3% setelah meluncurkan agen AI berbasis Nvidia yang dirancang untuk membantu proses desain chip.

Penguatan saham teknologi terjadi setelah Wall Street menutup Mei di rekor tertinggi, didorong kombinasi ekspektasi meredanya konflik geopolitik dan kuatnya laporan kinerja perusahaan pada kuartal pertama tahun ini.

Fokus investor kini beralih ke sejumlah agenda penting pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat serta laporan keuangan Broadcom pada Rabu.

Baca Juga: Wall Street Menguat 1% Lebih Dipicu Reli Saham Chip Jelang Laporan Nvidia

Keduanya dinilai dapat memberikan petunjuk baru mengenai kesehatan ekonomi AS dan prospek sektor AI.

Pasar juga mencermati arah kebijakan Federal Reserve di bawah kepemimpinan baru Kevin Warsh. Kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat memicu inflasi membuat pelaku pasar mulai memperkirakan peluang sekitar 70% bagi kenaikan suku bunga seperempat poin sebelum akhir tahun.

Di luar sektor teknologi, saham Taylor Morrison Home Corp melesat 22% setelah Berkshire Hathaway menyepakati akuisisi perusahaan pembangunan rumah tersebut senilai US$6,8 miliar secara tunai.

Meski indeks utama masih bertahan dekat rekor tertinggi, pergerakan pasar menunjukkan investor tetap berhati-hati.

Optimisme terhadap ledakan investasi AI masih menjadi penopang utama Wall Street, tetapi risiko geopolitik dan potensi kenaikan inflasi terus membayangi reli pasar saham Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×