| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Tabungan Warga Menyusut, Ketimpangan Ekonomi AS Kian Menganga


Senin, 01 Juni 2026 / 22:59 WIB
Tabungan Warga Menyusut, Ketimpangan Ekonomi AS Kian Menganga
ILUSTRASI. Uang dolar Amerika Serikat.Investor AS meraup keuntungan rekor, namun tabungan warga anjlok ke level terendah 4 tahun. Ada apa dengan ekonomi AS?(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - ORLANDO. Di tengah lonjakan keuntungan perusahaan dan euforia kecerdasan buatan (AI) yang mendorong pasar saham Amerika Serikat (AS) ke rekor tertinggi, kondisi keuangan banyak rumah tangga justru semakin tertekan. 

Menyusutnya tabungan masyarakat menjadi sinyal bahwa fondasi konsumsi warga AS mulai melemah.

Data terbaru menunjukkan tingkat tabungan pribadi warga AS turun menjadi 2,6% pada April 2026, level terendah dalam empat tahun terakhir. 

Angka tersebut merosot hampir separuh dibandingkan setahun sebelumnya dan mendekati titik terendah sejak krisis keuangan global 2008.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena inflasi kembali melampaui pertumbuhan upah untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Artinya, banyak keluarga harus menguras tabungan agar tetap mampu mempertahankan pengeluaran sehari-hari.

Baca Juga: Pejabat Ekonomi AS & China Berunding di Paris, Buka Jalan Menuju KTT Trump-Xi Jinping

Sejumlah indikator kepercayaan konsumen juga berada di level terendah dalam sejarah. Padahal, konsumsi rumah tangga merupakan mesin utama perekonomian AS dan menyumbang porsi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ironisnya, tekanan yang dirasakan masyarakat tidak tercermin di Wall Street. Pasar saham terus mencetak rekor baru, didorong kuatnya kinerja korporasi. 

Pada kuartal pertama 2026, laba perusahaan AS mencapai 18,4% dari total output ekonomi, tertinggi kedua sejak pencatatan dimulai pada 1940-an. Sementara laba sebelum pajak tetap bertahan di dekat level tertinggi sepanjang sejarah.

Fenomena ini mempertegas terbentuknya apa yang sering disebut sebagai ekonomi berbentuk "K", ketika kelompok kaya menikmati pertumbuhan kekayaan yang pesat sementara kelompok berpenghasilan rendah dan menengah menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat.

Menurut sejumlah analis, kelompok 10% warga terkaya menyumbang sekitar 35%-40% dari total belanja konsumen AS. 

Baca Juga: Belanja Konsumen AS Kian Lesu

Kelompok ini juga menguasai sekitar 90% kepemilikan saham di negara tersebut, sehingga menikmati keuntungan besar dari kenaikan pasar saham yang mencapai sekitar 30% dalam setahun terakhir.

Selama harga aset tetap tinggi, kelompok kaya masih mampu menopang konsumsi dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. 

Namun kondisi itu dinilai menutupi tekanan yang semakin besar di kalangan masyarakat berpendapatan rendah yang terjepit oleh inflasi, tingginya biaya pinjaman, dan menipisnya tabungan.

USA-IMMIGRATION/

Tanda-tanda kesulitan finansial juga mulai terlihat dari meningkatnya gagal bayar utang. Tunggakan kredit kendaraan bermotor yang melewati 90 hari mencapai rekor 5,6% pada kuartal pertama, sementara tunggakan kartu kredit naik menjadi 13,1%, tertinggi sejak 2011.

Ekonom Phil Suttle menilai tren lonjakan laba perusahaan di tengah melemahnya kondisi keuangan rumah tangga sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Wall Street Bergerak Tipis Setelah Data Ekonomi AS Lebih Kuat dari Perkiraan

Selain berisiko terhadap ekonomi, situasi tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak politik. Meningkatnya biaya hidup dan tekanan harga disebut menjadi salah satu faktor yang menekan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.

Meski ekonomi AS masih ditopang investasi besar-besaran sektor teknologi dan ledakan AI, para pengamat mempertanyakan seberapa lama konsumen dapat terus berbelanja ketika cadangan tabungan mereka semakin menipis. 

Jika ketimpangan terus melebar, tekanan politik untuk mendorong perubahan kebijakan diperkirakan akan semakin kuat menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×