Lompat ke isi

Abdurrahman bin Rabi'ah al-Bahili

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Abdurrahman bin Rabi'ah al-Bahili
عبد الرحمن بن ربيعة الباهلي
Meninggal652
Penyebab kematian
Terbunuh dalam Pertempuran Balanjar
KerabatSalman bin Rabi'ah al-Bahili (adik)
Tanda panggilDzun Nur
Karier militer
PengabdianKekhalifahan Rasyidin
Perang/pertempuranPertempuran al-Qadisiyyah
Perang Arab–Khazar

Abdurrahman bin Rabi'ah al-Bahili (bahasa Arab: عبد الرحمن بن ربيعة الباهلي)[1] adalah seorang komandan Arab pada masa Kekhalifahan Rasyidin yang berasal dari suku Bahilah.[2] Ia merupakan kakak dari Salman bin Rabi'ah.[3] Abdurrahman bin Rabi'ah termasuk dalam kelompok sahabat Nabi.[4] Ia dijuluki sebagai Dzun Nur (ذو النّور, sang pemilik cahaya).[5][6][7] Julukan Dzun Nur juga dimiliki oleh sahabat lain yang bernama ath-Thufail bin Amr ad-Dausi dan Suraqah bin Amr.[6][8]

Kehidupan

[sunting | sunting sumber]

Abdurrahman turut serta dalam penaklukan Muslim awal seperti Pertempuran al-Qadisiyyah,[9] Penaklukan Bab al-Abwab bersama Suraqah bin Amr,[10] dan peperangan melawan Bangsa Turk dan Bangsa Khazar.[4] Ia terus berperang hingga terbunuh dalam Pertempuran Balanjar (معركة بلنجر) pada tahun 652.[4][11]

Khalifah Utsman bin Affan menulis surat kepada Said bin Al-Ash, yang isinya untuk menaklukkan Al-Bab. Utsman juga menulis surat kepada Abdurrahman bin Rabi'ah, yang ketika itu sedang berada di Al-Bab (sebelah timur laut Aleppo) untuk datang dengan jumlah pasukan. Kemudian Abdurrahman pun melaksanakan perintah penaklukkan tersebut dan tidak mengabaikan Balnajar. Ia bergerak tahun ke-9 pada masa Kekhalifahan Utsman bin Affan. Hingga ketika sampai di Balnajar, Abdurrahman bin Rabi'ah memblokadenya dan melemparinya dengan manjaniq (alat pelontar batu berapi atau sejenisnya). Dengan situasi dan kondisi seperti itu, maka tiada seorang pun yang bisa mendekatinya kecuali mereka berhasil menghalaunya ataupun membunuhnya hingga mereka berhasil mendekati orang-orang tersebut.

Kemudian dalam sebuah kesempatan, bangsa Turki mempersiapkan pasukan dan bergerak menuju Balnajar. Pasukan Turki mendekati mereka hingga terjadi pertempuran sengit yang berakibat Abdurrahman bin Rabi'ah gugur (syahid) -Ia mendapat julukan Dzun Nur- hingga pasukan umat Islam mengalami kekalahan. Adapun mereka yang bergerak melalui Salman bin Rabi'ah maka berhasil mendapatkan perlindungan hingga berhasil keluar dari Al-Bab. Adapun pasukan yang bergerak melalui Al-Khazar dan wilayah di sekitarnya, maka mereka keluar melalui Jailan dan Georgia, dan di antara mereka terdapat Salman Al-Farisi dan Abu Hurairah. Orang-orang pun mengambil jenazah Abdurrahman dan meletakkannya di atas Safath dan dikuburkan di daerah Balnajar.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ Ibnu Hajar al-'Asqalani. Kitab al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah - Abdurrahman bin Rabi'ah - Al-Maktaba al-Shamela al-Haditha (dalam bahasa Arab). Vol. 4. hlm. 257. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-08-28. Diakses tanggal 2024-04-27. {{cite book}}: |website= diabaikan
  2. ↑ Dunlop 1960, hlm. 921.
  3. ↑ Dunlop, D. M. (1960). "al-Bāhilī". Dalam Gibb, H. A. R.; Kramers, J. H.; Lévi-Provençal, E.; Schacht, J.; Lewis, B. & Pellat, Ch. (ed.). Encyclopaedia of Islam. Volume I: A–B (Edisi 2). Leiden: E. J. Brill. hlm. 921. OCLC 495469456. {{cite encyclopedia}}: |ref=harv tidak valid
  4. 1 2 3 Khairuddin Az-Zarkali. Al-A'lam Az-Zarkali - al-Bahili (dalam bahasa Arab). Vol. 3. hlm. 306. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-03-01. Diakses tanggal 2024-03-01. {{cite book}}: |website= diabaikan
  5. ↑ Ibnu Katsir (2022). Kitab Sejarah Lengkap Khulafaur Rasyidin (Bukel). Diterjemahkan oleh Muhammad Ahsan bin Usman. Diva Press. hlm. 335. ISBN 9786232937185, 623293718X. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-27. Diakses tanggal 2023-03-27.
  6. 1 2 Ibnu Hajar al-'Asqalani. Kitab al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah - Dzun Nur - Al-Maktaba al-Shamela al-Haditha (dalam bahasa Arab). Vol. 2. hlm. 349. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-11-09. Diakses tanggal 2024-04-27. {{cite book}}: |website= diabaikan
  7. ↑ Imam al-Mawardi (2016). Ikhlas Hikmatiar (ed.). Ahkam Sulthaniyah: Sistem Pemerintahan Khilafah Islam (Sampul kertas). Diterjemahkan oleh Fathurrahman, Khalifurrahman Fath. Qisthi Press. hlm. 244. ISBN 9789791303729, 979130372X. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-05-06. Diakses tanggal 2024-05-06.
  8. ↑ Dr. Riyadh Hasyim Hadi. Sirah Nabawiyah Riwayat Imam Al-Bukhari (Bukel) (dalam bahasa Melayu). Pustaka Al-Kautsar. hlm. 334. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-27. Diakses tanggal 2023-03-27.
  9. ↑ Golden, Peter B. (2014). "al-Bāhilī, ʿAbd al-Raḥmān b. Rabīʿa". Dalam Fleet, Kate; Krämer, Gudrun; Matringe, Denis; Nawas, John; Rowson, Everett (ed.). Encyclopaedia of Islam, THREE. Brill Online. ISSN 1873-9830.
  10. ↑ Ibnu Hajar al-'Asqalani. Kitab al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah - Suraqah bin Amr - Al-Maktaba al-Shamela al-Haditha (dalam bahasa Arab). Vol. 3. hlm. 34. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-05-09. Diakses tanggal 2024-05-09. {{cite book}}: |website= diabaikan
  11. ↑ Khairuddin Az-Zarkali. Al-A'lam Az-Zarkali - al-Bahili (bagian kedua) (dalam bahasa Arab). Vol. 3. hlm. 306. {{cite book}}: |website= diabaikan