Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peraturan Baru di Piala Dunia 2026, Jeda Taktik Kiper Cedera Dilarang

Kompas.com, 1 Juni 2026, 12:13 WIB
Thomas Wardana

Penulis

Sumber BBC

KOMPAS.com - Peraturan terbaru akan diterapkan di Piala Dunia 2026 berdasarkan pernyataan dari Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina.

Pierluigi Collina mengungkapkan bahwa para pemain akan dilarang pergi ke area teknis untuk berdiskusi dengan pelatih saat jeda perawatan cedera penjaga gawang.

Jeda taktis penjaga gawang telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir. 

Momen jeda dalam pertandingan kerap dimanfaatkan pelatih untuk menyampaikan arahan taktis tambahan kepada para pemainnya atau bahkan untuk memutus ritme permainan lawan yang sedang berkembang.

Baca juga: Seberapa Berbahaya Sebenarnya Nonton Piala Dunia 2026 di Meksiko?

Pada November tahun lalu, pelatih Leeds United, Daniel Farke, sempat menuding kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, sengaja berpura-pura mengalami cedera sebagai cara untuk mengeksploitasi celah aturan dan menghentikan alur pertandingan.

Dalam situasi tersebut, sang penjaga gawang biasanya duduk di lapangan sambil memanggil tim medis. 

Di saat yang sama, para pemain lainnya bergerak menuju area teknis untuk menerima instruksi langsung dari pelatih.

Baca juga: Daftar Skuad Uruguay di Piala Dunia 2026, Valverde Sampai Nunez Dibawa

Kesempatan itu kemudian dimanfaatkan staf pelatih untuk memberikan pengarahan strategis. 

Setelah kiper dinyatakan siap melanjutkan pertandingan dan kembali berdiri, laga pun kembali berjalan seperti biasa.

Sudah Diuji Coba

IFAB telah meneliti masalah ini, tetapi belum ada perubahan hukum yang disepakati.

Sejumlah liga telah diminta menggelar uji coba sepanjang musim 2026-27 guna mencari solusi yang tepat. 

NWSL lebih dulu menerapkan aturan sementara, yakni pemain harus tetap berada di posisi masing-masing atau berkumpul di lingkaran tengah saat kiper mengalami cedera.

FIFA berencana mengadopsi pendekatan serupa dengan melarang pemain menuju area pinggir lapangan. 

Baca juga: Riyad Mahrez dan Putra Zidane Masuk Skuad Aljazair di Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, berbicara dengan Jesus Navas dalam semifinal Euro 2024 antara Spanyol vs Perancis di Munich Football Arena pada 9 Juli 2024. Terdekat, Spanyol akan melawan Inggris dalam final Euro 2024.JAVIER SORIANO/AFP Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, berbicara dengan Jesus Navas dalam semifinal Euro 2024 antara Spanyol vs Perancis di Munich Football Arena pada 9 Juli 2024. Terdekat, Spanyol akan melawan Inggris dalam final Euro 2024.

Meski demikian, aturan ini dinilai belum sepenuhnya menghilangkan potensi penggunaan taktik tersebut untuk mengganggu momentum lawan.

"Kami mengadakan lokakarya dengan semua pelatih dari ke-48 tim dan kami memberi tahu mereka bahwa wasit akan proaktif," kata Collina.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
John Herdman Sambut Mees Hilgers: Indonesia adalah Rumahnya
John Herdman Sambut Mees Hilgers: Indonesia adalah Rumahnya
Timnas Indonesia
Jadwal Polytron Indonesia Open Hari Pertama, 11 Wakil Indonesia Mentas
Jadwal Polytron Indonesia Open Hari Pertama, 11 Wakil Indonesia Mentas
Badminton
Rizky Ridho jadi Kapten Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
Rizky Ridho jadi Kapten Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
Timnas Indonesia
Hasil Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 3-0: Dimas Ukir Brace, Garuda Pepet Vietnam
Hasil Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 3-0: Dimas Ukir Brace, Garuda Pepet Vietnam
Timnas Indonesia
Ousmane Dembele Bidik Rekor Langka Real Madrid di Liga Champions
Ousmane Dembele Bidik Rekor Langka Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions
Hasil HT Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 1-0: Arkhan Kaka Buka Keunggulan
Hasil HT Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 1-0: Arkhan Kaka Buka Keunggulan
Timnas Indonesia
Eks Gelandang Liverpool Pensiun Setelah 24 Tahun Berkarier di Dunia Sepak Bola
Eks Gelandang Liverpool Pensiun Setelah 24 Tahun Berkarier di Dunia Sepak Bola
Liga Inggris
Comeback dan Debutan Warnai Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday
Comeback dan Debutan Warnai Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday
Timnas Indonesia
Polytron Indonesia Open, Semangat Gotong Royong Ekosistem Bulu Tangkis
Polytron Indonesia Open, Semangat Gotong Royong Ekosistem Bulu Tangkis
Badminton
Daftar Pemain Timnas yang Tak Dipanggil John Herdman di FIFA Matchday Juni
Daftar Pemain Timnas yang Tak Dipanggil John Herdman di FIFA Matchday Juni
Timnas Indonesia
Hasil Piala AFF U19 2026: Vietnam Gasak Timor Leste, Sinyal untuk Indonesia
Hasil Piala AFF U19 2026: Vietnam Gasak Timor Leste, Sinyal untuk Indonesia
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau