Setelah diserang AS lebih dulu, Iran mengumumkan operasi balasan terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan. Selain Bahrain, Kuwait, dan Qatar, salah satu sasaran utamanya adalah pangkalan militer AS di Azraq, Yordania, yang digunakan oleh pasukan Amerika.
Sekitar 10 rudal balistik ditembakkan ke pangkalan tersebut. Sebagian rudal dicegat oleh sistem pertahanan udara, tetapi beberapa berhasil mencapai area pangkalan.
Pentagon mengonfirmasi personel militer AS yang tewas dan terluka akibat serangan itu.
Bersamaan dengan serangan di Yordania, Iran juga meluncurkan rudal dan drone ke sasaran yang berkaitan dengan AS di Bahrain, Kuwait, dan wilayah lain di Teluk. Ketegangan tersebut mendorong negara-negara kawasan meningkatkan kesiagaan pertahanan udara dan memperburuk kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
