OHAYOJEPANG - Di Jepang, musim semi bukan hanya identik dengan bunga sakura.
Musim ini juga identik dengan hasil laut segar yang mulai banyak muncul di pasar ikan hingga restoran sushi.
Pada bulan Mei, dua makanan laut yang cukup mencuri perhatian adalah tai atau sea bream dan sazae atau turban shell.
Bagi wisatawan yang datang ke Jepang pada akhir musim semi, menikmati seafood musiman menjadi salah satu pengalaman kuliner yang menarik.
Jika banyak orang langsung membayangkan salmon atau tuna saat berbicara soal sushi Jepang, masyarakat Jepang justru memiliki budaya menikmati hasil laut berdasarkan musim.
Tai dan sazae menjadi dua contoh seafood yang dianggap merepresentasikan musim semi di Jepang.
Baca juga:
Tai atau red sea bream dikenal sebagai salah satu ikan yang memiliki tempat spesial dalam budaya kuliner Jepang.
Dagingnya memiliki rasa lembut, sedikit manis, dan tekstur halus sehingga sering digunakan untuk sushi, sashimi, ikan bakar, hingga hidangan nasi khas Jepang.
Melansir Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF), tai musim semi sering disebut sakura-dai atau “sea bream sakura” karena warnanya yang menyerupai nuansa musim semi serta populer dikonsumsi pada periode tersebut.