Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Ketua Tim Pemenangan Pramono-Rano, Cak Lontong Dianggap Komedian yang Cerdas

Kompas.com, 6 September 2024, 15:32 WIB
Baharudin Al Farisi,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Lili Romli menilai, Lies Hartono alias Cak Lontong merupakan komedian yang cerdas.

Dia dianggap cocok menjadi ketua tim pemenangan bakal pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno.

Cak Lontong seorang komedian yang cerdas, lawakannya banyak disukai orang. Cak Lontong (adalah) figur publik yang populer dengan joke-nya,” ujar Lili saat dihubungi Kompas.com, Jumat (6/9/2024).

Baca juga: Ketika Cak Lontong Ditunjuk Jadi Ketua Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno agar Politik Bawa Kegembiraan

Lili menilai, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berharap Cak Lontong bisa menjadi "magnet" bagi masyarakat untuk mendukung Pramono-Rano dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2024.

“Meskipun berasal dari dunia hiburan, tapi Cak Lontong dkk memiliki kapasitas. Jadi, tidak asal memasukkan atau mengangkat, tapi dibarengi dengan kapasitas juga,” ucap Lili.

Di sisi lain, ditunjuknya Cak Lontong sebagai ketua tim pemenangan Pramono Anung-Rano Karno merupakan sebuah terobosan sekaligus kejutan.

“Karena selama ini yang menjadi ketua tim, biasanya berasal dari kalangan pengusaha, kader partai, atau mantan birokrat, atau aparatur negara,” tutur dia.

“Tapi, PDI-P mengangkat figur dari kalangan komedian. Tentu, ini memberikan kebanggaan bagi kalangan yang berada dari dunia hiburan,” ujar Lili.

Pasalnya, keberadaan pesohor dunia hiburan Tanah Air yang masuk dalam jajaran tim pemenangan Pramono-Rano diakui eksistensinya.

Diberitakan sebelumnya, kontestasi politik di Jakarta dikejutkan oleh kemunculan komedian sekaligus komika Lies Hartono, yang dikenal sebagai Cak Lontong.

Cak Lontong, yang dikenal dengan komentar satirnya, ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Pramono Anung dan Rano Karno di Pilkada 2024.

Baca juga: Cak Lontong Jadi Ketua Tim Pemenangan, Kejutan dari Pramono-Rano untuk Panggung Politik Jakarta

Pengumuman nama Cak Lontong terjadi setelah pasangan Pramono-Rano bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Museum Bang Yos, Jatisampurna, Kota Bekasi, Kamis (5/9/2024).

"Ketua tim pemenangan yang mungkin di luar dugaan semua adalah Cak Lontong, karena kami ingin menunjukkan bahwa tim ini bisa bergembira tapi tetap serius. Nama aslinya adalah Lies Hartono," ujar Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.



Terkini Lainnya
Juni 2026 Ada 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur dan Long Weekend
Juni 2026 Ada 2 Tanggal Merah, Ini Jadwal Libur dan Long Weekend
Megapolitan
Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini, Pelanggar Siap-siap Ditilang
Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini, Pelanggar Siap-siap Ditilang
Megapolitan
Kebakaran Kemayoran Jakpus: 8 Warga Dilarikan ke RS karena Sesak Napas
Kebakaran Kemayoran Jakpus: 8 Warga Dilarikan ke RS karena Sesak Napas
Megapolitan
Anggota DPRD DKI Desak Evaluasi Keamanan Ragunan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
Anggota DPRD DKI Desak Evaluasi Keamanan Ragunan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
Megapolitan
Komisi C DPRD DKI Dorong Optimalisasi Iklan MRT dan TransJakarta untuk PAD
Komisi C DPRD DKI Dorong Optimalisasi Iklan MRT dan TransJakarta untuk PAD
Megapolitan
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 500 KK Terdampak
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Hanguskan Ratusan Rumah, 500 KK Terdampak
Megapolitan
Komisi C DPRD DKI: Pengelolaan Pendapatan Jakarta Masih On The Track
Komisi C DPRD DKI: Pengelolaan Pendapatan Jakarta Masih On The Track
Megapolitan
Kebakaran Hebat di Permukiman Pasar Jiung Kemayoran Diduga akibat Korsleting
Kebakaran Hebat di Permukiman Pasar Jiung Kemayoran Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Komisi C DPRD DKI Soroti Aset Rp 700 Triliun Jakarta, Dorong Creative Financing
Komisi C DPRD DKI Soroti Aset Rp 700 Triliun Jakarta, Dorong Creative Financing
Megapolitan
Tiga Jam Melawan Kobaran Api, Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Berhasil Dilokalisir
Tiga Jam Melawan Kobaran Api, Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran Berhasil Dilokalisir
Megapolitan
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran, Warga Terobos Asap Amankan Barang Berharga
Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran, Warga Terobos Asap Amankan Barang Berharga
Megapolitan
Kesaksian Korban Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran: Dengar 7 Kali Ledakan, Api Membesar
Kesaksian Korban Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran: Dengar 7 Kali Ledakan, Api Membesar
Megapolitan
Dua Ledakan Terdengar Saat Kebakaran Permukiman Pasar Jiung Kemayoran
Dua Ledakan Terdengar Saat Kebakaran Permukiman Pasar Jiung Kemayoran
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kemayoran Jakpus, Transjakarta Alihkan Rute 14 JIS - Senen
Kebakaran Melanda Kemayoran Jakpus, Transjakarta Alihkan Rute 14 JIS - Senen
Megapolitan
Kronologi Vendor Tangsel Kena Tipu Rp 65 Juta: Kursi Disewa untuk Acara MBG, Malah Dijual ke Depok
Kronologi Vendor Tangsel Kena Tipu Rp 65 Juta: Kursi Disewa untuk Acara MBG, Malah Dijual ke Depok
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Jadi Ketua Tim Pemenangan Pramono-Rano, Cak Lontong Dianggap Komedian yang Cerdas
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat