Penulis
KOMPAS.com - Media sosial belakangan dipenuhi berbagai tren minuman yang diklaim bisa membantu menurunkan berat badan dengan cepat. Mulai dari olive oil lemon shot, minuman detoks, hingga ramuan tertentu ramai dibagikan pengguna TikTok dan Instagram sebagai bagian dari rutinitas diet.
Namun, ahli mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada klaim penurunan berat badan instan yang belum didukung bukti ilmiah kuat.
Ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum mengatakan banyak orang tertarik mencoba tren diet viral karena berharap mendapat hasil cepat tanpa perubahan gaya hidup yang besar.
Padahal, menurut Tan, penurunan berat badan tetap membutuhkan proses yang konsisten.
“Tidak ada bahan tunggal yang otomatis membuat berat badan turun kalau pola makan dan gaya hidupnya tidak diperbaiki,” ujar dr. Tan saat diwawancarai Kompas.com pada Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Viral Minum Lemon dan Minyak Zaitun Bikin Glowing, Dokter: Tak Ada Mekanismenya
Salah satu tren yang ramai diperbincangkan adalah olive oil lemon shot, yaitu campuran minyak zaitun dan lemon yang diminum langsung saat pagi hari.
Sebagian pengguna media sosial mengklaim kebiasaan tersebut membuat tubuh terasa lebih ringan, mengurangi rasa lapar, hingga membantu menekan keinginan ngemil.
Melansir Fox News (3/12/2025), tren minum minyak zaitun langsung bahkan disebut semakin populer di TikTok karena dianggap mendukung penurunan berat badan.
Namun, dokter keluarga asal North Carolina, Will Haas, mengingatkan manfaat tersebut lebih banyak bersifat pengalaman pribadi dan belum tentu berlaku pada semua orang.
“Minyak zaitun memang baik untuk kesehatan, tetapi manfaat terbaiknya didapat saat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang,” kata Haas.
Ia juga menyebut konsumsi minyak zaitun secara langsung dapat memicu rasa mual atau gangguan pencernaan pada sebagian orang.
Baca juga: Bukan Lemon dan Minyak Zaitun, Ini Cara Kulit Glowing Menurut Dokter
Ilustrasi lemon dan minyak zaitun. Tren minuman diet viral seperti olive oil lemon shot ramai dipercaya bisa menurunkan berat badan, tetapi ahli mengingatkan hasil instan tidak bisa didapat tanpa pola hidup sehat.Dokter spesialis gizi klinik RS Ciputra Citra Garden, dr. Jovita Amelia, Sp.GK mengatakan minyak zaitun memang termasuk sumber lemak sehat karena mengandung lemak tak jenuh tunggal.
“Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal yang lebih sehat dibandingkan lemak jenuh,” ujar dr. Jovita saat diwawancarai Kompas.com pada Kamis (9/4/2026).
Meski demikian, ia mengingatkan minyak zaitun tetap memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi sehingga tidak bisa dikonsumsi berlebihan.