JAKARTA, KOMPAS.com – Kehamilan idealnya ditandai dengan berkembangnya embrio secara normal di dalam rahim.
Dalam beberapa kasus, proses pembuahan tidak berlangsung sebagaimana mestinya sehingga memicu komplikasi serius yang dikenal sebagai hamil anggur atau dalam istilah medis disebut mola hidatidosa.
Meski terdengar asing bagi sebagian masyarakat, kondisi ini perlu dikenali sejak dini karena dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi ibu bila tidak segera ditangani.
Baca juga: Hidung Bengkak Saat Hamil, Normal atau Perlu Diwaspadai?
Selain mengganggu jalannya kehamilan, hamil anggur juga berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya.
Dokter Spesialis Obgyn Eka Hospital PIK, dr. Krisantus Desiderius Jebada, Sp.OG dalam Media Meet Up Eka Hospital PIK & Pluit di Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Eka Hospital PIK, dr. Krisantus Desiderius Jebada, Sp.OG menjelaskan, hamil anggur merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang cukup sering ditemukan dalam praktik medis.
“Salah satunya memang yang cukup banyak terjadi yaitu hamil anggur atau secara istilah medisnya itu mola hidatidosa,” kata dia dalam Media Meet Up Eka Hospital PIK & Pluit di Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Kondisi ini terjadi akibat adanya kelainan pada proses pembuahan yang menyebabkan janin tidak berkembang secara normal.
Menurut dr. Krisantus, hamil anggur berawal dari adanya masalah pada sel telur yang dibuahi.
“Hamil anggur terjadi karena telurnya ini hanya telur kosong istilahnya, dia enggak ada materi genetik dari ibunya. Akibatnya sperma yang membuahi telur itu bisa ada 2 sampai 3 sperma,” jelasnya.
Dalam kondisi normal, pembuahan melibatkan satu sel telur dan satu sperma yang masing-masing membawa materi genetik untuk membentuk embrio.
Namun pada hamil anggur, proses tersebut mengalami gangguan sehingga yang berkembang bukan janin, melainkan jaringan abnormal menyerupai kumpulan gelembung berisi cairan.
Secara medis, hamil anggur terbagi menjadi dua jenis, yakni komplit dan parsial.
“Hamil anggur ini terbagi antara komplit dan parsial. Kalau yang komplit itu harus dibersihkan karena memiliki risiko untuk menjadi suatu penyakit keganasan di kemudian hari,” ujar dr. Krisantus.
Jenis komplit umumnya tidak menghasilkan jaringan janin sama sekali, sedangkan jenis parsial masih dapat membentuk jaringan janin yang tidak berkembang sempurna.