Memuat...

52 Warga Sipil Afghanistan Gugur dalam Serangan Udara Pakistan

Hanin Mazaya
Ahad, 1 Maret 2026 / 12 Ramadan 1447 16:09
52 Warga Sipil Afghanistan Gugur dalam Serangan Udara Pakistan
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Afghanistan dan Pakistan, Imarah Islam Afghanistan melaporkan bahwa serangan militer oleh rezim militer Pakistan sejak 22 Februari di provinsi Khost, Paktika, Nangarhar, Paktia, Kandahar, dan Kunar telah mengakibatkan kematian 52 warga sipil dan melukai 66 lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak.

Menurut wakil juru bicara Imarah Islam, beberapa rumah penduduk juga telah hancur, lansir Tolo News (28/2/2026).

Hamdullah Fitrat, wakil juru bicara Imarah Islam Afghanistan, mengatakan: “Sejauh ini, 52 warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah gugur, dan 66 lainnya terluka dalam serangan ini. Delapan rumah penduduk hancur total dan 14 lainnya rusak sebagian.”

Kementerian Pertahanan Imarah Islam Afghanistan mengumumkan bahwa pasukannya melakukan operasi pembalasan skala besar di sepanjang Garis Durand, merebut 27 pos militer Pakistan, menewaskan 82 tentara Pakistan, dan melukai 65 lainnya.

Selain itu, angkatan udara Imarah Islam dilaporkan menargetkan kamp-kamp tentara Pakistan di Miranshah, Khyber Pakhtunkhwa, dan Spinwam di Waziristan Utara. Operasi yang diberi nama “Radd al-Zulm” ini dikatakan sebagai tanggapan atas pemboman yang dilakukan tentara Pakistan di provinsi Khost dan Paktia.

Enayatullah Khwarizmi, juru bicara Kementerian Pertahanan, menyatakan: “Pasukan pertahanan Imarah Islam sekali lagi membombardir pusat-pusat militer Pakistan di Miranshah dan Spinwam. Serangan udara ini dilakukan sekitar tengah malam.”

Laporan juga menunjukkan bentrokan darat yang kembali terjadi. Sumber mengatakan pertempuran kembali terjadi pada pukul 3:00 pagi pada Sabtu (28/2) di distrik Tero, provinsi Paktika, di sepanjang Garis Durand antara pasukan Imarah Islam dan pasukan Pakistan.

Analis politik Tariq Farhadi mengatakan: “Rakyat Afghanistan bersatu dalam membela tanah air mereka, bahkan jika itu berarti bertahan hidup dengan setengah roti. Pakistan harus meninggalkan kesombongan palsunya, karena itu akan merugikan dirinya sendiri.”

Sementara itu, Kepala Staf Kementerian Pertahanan Imarah Islam menekankan bahwa setiap langkah militer lebih lanjut oleh rezim militer Pakistan akan disambut dengan respons yang lebih keras. (haninmazaya/arrahmah.id)