TEL AVIV (Arrahmah.id) - Seorang ayah dari prajurit aktif 'Israel' yang tengah dikerahkan dalam operasi militer di Lebanon Selatan, menggambarkan pertempuran di wilayah tersebut telah berubah menjadi medan perburuan tentara oleh pesawat tanpa awak bunuh diri milik Hizbullah. Berdasarkan laporan Otoritas Penyiaran 'Israel' (Kan) pada Rabu (3/6/2026), situasi ini memicu kecemasan akut di lanskap internal militer menyusul rilis harian mengenai jatuhnya korban jiwa dan luka di pihak 'Israel'.
Dalam surat terbuka yang dilayangkan kepada Kepala Staf Angkatan Bersenjata 'Israel', Eyal Zamir, orang tua prajurit yang dirahasiakan identitasnya tersebut menegaskan bahwa para tentara kini menghadapi ancaman konstan yang membuat mereka hanya bisa bergantung pada keberuntungan untuk bertahan hidup. Ia menilai operasi di Lebanon Selatan saat ini bukan lagi sebuah pertempuran militer konvensional, melainkan menyerupai arena latihan tembak di mana anaknya bisa kehilangan nyawa secara sia-sia.
Kehadiran drone peledak di udara memicu kepanikan psikologis yang hebat. Penggunaan drone oleh Hizbullah, khususnya yang terintegrasi dengan teknologi kendali kabel serat optik, kian menjadi momok bagi sistem pertahanan udara 'Israel'. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya secara terbuka mengakui bahwa teknologi baru ini merupakan ancaman utama karena karakteristiknya yang sangat sulit dideteksi oleh radar konvensional.
Baca berita selengkapnya di arrahmah.id
Follow us :
@arrahmahdotid
@arrahmah_id
馃敆Telegram : t.me/arrahmahcom | t.me/arrahmahvideo
馃敆Twitter: x.com/arrahmah
馃敆 WhatsApp Channel: shorturl.at/myTV0
馃敆 Tiktok : tiktok.com/@arrahmahdotid
馃敆 Youtube : youtube.com/@arrahmahdaily1
arrahmah.id
arrahmahvideo.com
Raih amal shalih, sebarkan!
00:00
