Laufey nama lengkapnya Laufey Lin Bing Jonsdottir, adalah penyanyi jazz kelahiran 23 April 1999, ayahnya Islandia dan ibunya China yang merupakan pemain biola.
Siapa tidak mengenal Laufey? Sudah, deh, kompasianer angkatan tua yang ada sejak 10 tahun lalu jangan ngaku-ngaku kenal, penyanyi ini baru ngetop tahun 2020-an, karena pernah jadi semifinalis "The Voice" di Islandia dan baru mengeluarkan albumnya di 2022. Tetapi pastinya gen z kelahiran 1997-2012 sangat menggandrungi penyanyi ini terutama yang ikut les musik atau langganan "spotify".
Namun saat saya yang kelahiran 1972 melihat langsung penampilannya, tak disangka ternyata banyak anak SD yang menonton, justru orang tuanya banyak datang karena mengawal si anak-anak ini untuk melihat idolanya.
Suaranya yang rada berat, alto namun sesekali bisa tinggi serta permainan artikulasi falsetto dan scatting saat menirukan suara-suara musik, membuat lagu jazz yang biasanya terasa berat menjadi sangat-sangat renyah dan tidak membuat kening berkerut lagi, apalagi dia juga sepertinya seorang ballerina karena gerakan tarian panggungnya sangat anggun bak penari ballet profesional.
Ini tahun ketiga dia tampil di Indonesia, 2024 dan 2025 dia tampil di Java Jazz Festival dan hall tempat dia tampil "overload", sehingga panitia memikirkan si cantik yang memiliki kembaran ini untuk tampil sendirian dihadapan sekitar belasan ribu orang di Nusantara International Convention exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk 2, tanggal 23 Mei 2026, mendahului Java Jazz Festival 2026 yang diadakan di tempat yang sama 29-31 Mei 2026.
Ada 20-an lagu dinyanyikan penyanyi 27 tahun ini dan selama 2 jam-an tampil antara pukul 19.30-21-30, dia sempat berganti 4-5 kali "outfit" dengan performa yang tetap elegan dan memukau sehingga banyak fans yang menjerit-jerit histeris entah karena euforia" atau kakinya terinjak yang disebelahnya. Harga tiket termahal 2.750.000 dan termurah 750.000, tetapi masih laku, kayaknya gen z sama alpha dan orangtua di Indonesia tidak peduli sama harga dollar naik ini sepertinya.
Dan sepertinya sudah menjadi semacam "tradisi" di konser-konser Laufey di dunia, dia akan memilih satu fans dengan "outfit" paling istimewa untuk diajak ngobrol dan pastinya si fans yang terpilih akan sangat-sangat "exited", karena mungkin seumur hidup inilah saatnya ngobrol langsung sama si idola.
Selesai pertunjukan, antrian pulang yang panjang serta antrian menunggu dapat mobil aplikasi online sampai 30 menit karena banyaknya pesanan, membuat saya baru sampai di hotel pukul 22.15 dan tidur hanya sampai pukul 04.00 pagi karena harus mengejar pesawat ke Palembang pukul 6 pagi.
Capek? Ya, capek, apalagi umur sudah mau 54 tahun. Tetapi apakah "worthy"? Sebagai pencinta jazz yang ringan (bukan yang berat banget, yang masih ada penyanyi dan rada pop dikit) maka dengan yakin saya bilang sangat-sangat "worthy".
