Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini?
- Bagaimana perkembangan terbaru dari perundingan AS-Iran?
- Apa yang membuat perundingan keduanya pelik?
- Tuntutan Presiden AS Donald Trump sering berubah atau bertambah. Apa tuntutan terbaru Trump?
- Jika AS-Iran tak segera berdamai, apa yang akan terjadi?
Bagaimana perkembangan terbaru dari perundingan AS-Iran?
Tim perunding dari Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Kedua pihak juga sepakat untuk memulai putaran pembicaraan baru tentang program nuklir Iran.
Namun, semua kesepakatan itu belum final karena masih menunggu persetujuan Trump. Wakil Presiden AS JD Vance, Kamis (28/5/2026), mengatakan sulit untuk memastikan kapan atau apakah Presiden AS Donald Trump akan menandatangani kesepakatan sementara itu.
Selain itu, kedua pihak juga masih membicarakan sejumlah hal. Namun, setidaknya, menurut Vance, Iran sudah menunjukkan itikad baik. Kedua pihak juga ingin membuka kembali Selat Hormuz. Hanya saja, masih ada ganjalan terkait isu uranium.
Menurut Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Iran memiliki 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60 persen. Keberadaan material sensitif itu membuat Iran secara teknis memiliki uranium yang memiliki level mendekati uranium kelas senjata.
Sumber-sumber Iran yang dikutip oleh media lokal mengatakan, kesepakatan apa pun hanya akan lengkap ketika diumumkan oleh Teheran, bukan secara sepihak oleh Trump.
Apa yang membuat perundingan keduanya pelik?
Iran tetap mempertahankan dan melindungi program nuklir dan rudal mereka. Pendirian ini akan mempersulit negosiasi dengan Amerika Serikat yang bersikukuh Iran harus menghentikan program itu agar perang bisa diakhiri.
Trump berkali-kali menegaskan, salah satu alasan utama dirinya mengobarkan perang adalah untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Iran telah lama menyatakan program nuklir itu damai meski memperkaya uranium hingga tingkat mendekati senjata nuklir, yaitu 60 persen.
Ada perkara-perkara rumit yang akan dibahas dalam pertemuan. BBC News menyebutkan, perkara-perkara itu adalah Lebanon sekaligus isu sekutu regional Iran, Selat Hormuz, program nuklir, dan pencabutan sanksi Iran. Serangan Israel ke Lebanon terus mengganjal kesepakatan AS-Iran. Harian Aljazeera melaporkan, perundingan antara lain terkendala soal isu sanksi ke Iran dan perang Lebanon.
Iran meminta jaminan penghentian perang di semua palagan, termasuk Lebanon. Sementara Israel meminta hak menyerang Lebanon kapan saja dengan alasan menanggapi ancaman.
Tentang nuklir, menurut para pejabat Iran, AS, dan negara sekitar Iran, isu itu akan dirundingkan di kesempatan terpisah dalam periode 60 hari. Menurut AS, jika Iran tidak menyerahkan persediaan uraniumnya, tidak akan ada pencabutan sanksi.
Iran memiliki 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60 persen. Iran belum secara terbuka berkomitmen untuk menyerahkan uraniumnya. Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan, Iran siap meyakinkan dunia untuk tidak memiliki senjata nuklir.
Tuntutan Presiden AS Donald Trump sering berubah atau bertambah. Apa tuntutan terbaru Trump?
Mendadak, tak ada angin dan hujan, Trump menuntut Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Mesir, Turki, Bahrain, dan Jordania untuk segera menandatangani Kesepakatan Abraham (Abraham Accord). Inti kesepakatan itu adalah pengakuan terhadap Israel. Normalisasi hubungan dengan Israel ini diminta menjadi bagian dari perjanjian apa pun dengan Iran.
Tak satu pun negara yang disebutkan Trump menanggapi permintaannya. Selama bertahun-tahun, banyak negara menolak untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, terutama setelah dugaan kuat genosida oleh Israel di Gaza. Bahrain dan Uni Emirat Arab menjadi dua negara pertama yang bergabung dalam Kesepakatan Abraham pada 2020. Lalu, disusul Maroko dan Sudan. Baru-baru ini Kazakhstan juga tanda tangan.
Trump sudah lama berharap Arab Saudi akan bergabung. Namun, Arab Saudi dan Qatar menegaskan bahwa kesepakatan normalisasi apa pun dengan Israel membutuhkan penetapan rencana jelas untuk pembentukan negara Palestina terlebih dahulu. Arab Saudi berpegangan pada Inisiatif Perdamaian Arab 2002.
Inisiatif itu menyerukan Israel mengakui negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Kesepakatan Abraham merupakan serangkaian perjanjian diplomatik, ekonomi, dan keamanan yang dibuat semasa jabatan pertama Trump. Kesepakatan itu dirancang sebagai upaya mempromosikan kerja sama antarnegara di Timur Tengah dan Afrika Utara. Trump melihatnya sebagai bagian dari upaya membuka jalan menuju hubungan penuh dengan Israel.
Jika AS-Iran tak segera berdamai, apa yang akan terjadi?
Sinyal tentang upaya bina damai antara Amerika Serikat dan Iran tak kunjung jelas. Ketika ada kabar kesepakatan damai segera tercapai, Washington menyerang Teheran. Harga minyak global lagi-lagi melonjak.
CNBC memberitakan, harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3 persen menjadi 97,29 dolar AS per barel, Kamis (28/5/2026). Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) meningkat 3,42 persen menjadi 91,71 dolar AS per barel.
Penutupan Selat Hormuz akibat perang AS-Israel dan Iran sejak 28 Februari 2026 membuat harga minyak terus bergejolak. Para ekonom memperingatkan, bank sentral mungkin harus menaikkan suku bunga jika inflasi memburuk akibat perang AS-Israel terhadap Iran. Kenaikan suku bunga berujung pada peningkatan biaya pinjaman serta berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi.
Dalam catatan yang dirilis pada Rabu (27/5/2026) malam, Citibank menyatakan pasar minyak menemukan pijakan yang lebih kuat. Sebab, investor semakin memperhitungkan skenario terburuk atas gangguan pasokan. Namun, ketidakpastian mengenai waktu kesepakatan AS-Iran membuat bank sentral tetap waspada.
Tidak hanya minyak, sebagian besar saham di Asia, terutama negara-negara pengimpor minyak, turun. Sebab, ada kekhawatiran gencatan senjata AS-Iran yang semakin goyah.
Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini?
- Bagaimana perkembangan terbaru dari perundingan AS-Iran?
- Apa yang membuat perundingan keduanya pelik?
- Tuntutan Presiden AS Donald Trump sering berubah atau bertambah. Apa tuntutan terbaru Trump?
- Jika AS-Iran tak segera berdamai, apa yang akan terjadi?
Bagaimana perkembangan terbaru dari perundingan AS-Iran?
Tim perunding dari Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Kedua pihak juga sepakat untuk memulai putaran pembicaraan baru tentang program nuklir Iran.
Namun, semua kesepakatan itu belum final karena masih menunggu persetujuan Trump. Wakil Presiden AS JD Vance, Kamis (28/5/2026), mengatakan sulit untuk memastikan kapan atau apakah Presiden AS Donald Trump akan menandatangani kesepakatan sementara itu.
Selain itu, kedua pihak juga masih membicarakan sejumlah hal. Namun, setidaknya, menurut Vance, Iran sudah menunjukkan itikad baik. Kedua pihak juga ingin membuka kembali Selat Hormuz. Hanya saja, masih ada ganjalan terkait isu uranium.
Menurut Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Iran memiliki 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60 persen. Keberadaan material sensitif itu membuat Iran secara teknis memiliki uranium yang memiliki level mendekati uranium kelas senjata.
Sumber-sumber Iran yang dikutip oleh media lokal mengatakan, kesepakatan apa pun hanya akan lengkap ketika diumumkan oleh Teheran, bukan secara sepihak oleh Trump.
Apa yang membuat perundingan keduanya pelik?
Iran tetap mempertahankan dan melindungi program nuklir dan rudal mereka. Pendirian ini akan mempersulit negosiasi dengan Amerika Serikat yang bersikukuh Iran harus menghentikan program itu agar perang bisa diakhiri.
Trump berkali-kali menegaskan, salah satu alasan utama dirinya mengobarkan perang adalah untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Iran telah lama menyatakan program nuklir itu damai meski memperkaya uranium hingga tingkat mendekati senjata nuklir, yaitu 60 persen.
Ada perkara-perkara rumit yang akan dibahas dalam pertemuan. BBC News menyebutkan, perkara-perkara itu adalah Lebanon sekaligus isu sekutu regional Iran, Selat Hormuz, program nuklir, dan pencabutan sanksi Iran. Serangan Israel ke Lebanon terus mengganjal kesepakatan AS-Iran. Harian Aljazeera melaporkan, perundingan antara lain terkendala soal isu sanksi ke Iran dan perang Lebanon.
Iran meminta jaminan penghentian perang di semua palagan, termasuk Lebanon. Sementara Israel meminta hak menyerang Lebanon kapan saja dengan alasan menanggapi ancaman.
Tentang nuklir, menurut para pejabat Iran, AS, dan negara sekitar Iran, isu itu akan dirundingkan di kesempatan terpisah dalam periode 60 hari. Menurut AS, jika Iran tidak menyerahkan persediaan uraniumnya, tidak akan ada pencabutan sanksi.
Iran memiliki 440,9 kilogram uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60 persen. Iran belum secara terbuka berkomitmen untuk menyerahkan uraniumnya. Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan, Iran siap meyakinkan dunia untuk tidak memiliki senjata nuklir.
Tuntutan Presiden AS Donald Trump sering berubah atau bertambah. Apa tuntutan terbaru Trump?
Mendadak, tak ada angin dan hujan, Trump menuntut Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Mesir, Turki, Bahrain, dan Jordania untuk segera menandatangani Kesepakatan Abraham (Abraham Accord). Inti kesepakatan itu adalah pengakuan terhadap Israel. Normalisasi hubungan dengan Israel ini diminta menjadi bagian dari perjanjian apa pun dengan Iran.
Tak satu pun negara yang disebutkan Trump menanggapi permintaannya. Selama bertahun-tahun, banyak negara menolak untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, terutama setelah dugaan kuat genosida oleh Israel di Gaza. Bahrain dan Uni Emirat Arab menjadi dua negara pertama yang bergabung dalam Kesepakatan Abraham pada 2020. Lalu, disusul Maroko dan Sudan. Baru-baru ini Kazakhstan juga tanda tangan.
Trump sudah lama berharap Arab Saudi akan bergabung. Namun, Arab Saudi dan Qatar menegaskan bahwa kesepakatan normalisasi apa pun dengan Israel membutuhkan penetapan rencana jelas untuk pembentukan negara Palestina terlebih dahulu. Arab Saudi berpegangan pada Inisiatif Perdamaian Arab 2002.
Inisiatif itu menyerukan Israel mengakui negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Kesepakatan Abraham merupakan serangkaian perjanjian diplomatik, ekonomi, dan keamanan yang dibuat semasa jabatan pertama Trump. Kesepakatan itu dirancang sebagai upaya mempromosikan kerja sama antarnegara di Timur Tengah dan Afrika Utara. Trump melihatnya sebagai bagian dari upaya membuka jalan menuju hubungan penuh dengan Israel.
Jika AS-Iran tak segera berdamai, apa yang akan terjadi?
Sinyal tentang upaya bina damai antara Amerika Serikat dan Iran tak kunjung jelas. Ketika ada kabar kesepakatan damai segera tercapai, Washington menyerang Teheran. Harga minyak global lagi-lagi melonjak.
CNBC memberitakan, harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3 persen menjadi 97,29 dolar AS per barel, Kamis (28/5/2026). Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) meningkat 3,42 persen menjadi 91,71 dolar AS per barel.
Penutupan Selat Hormuz akibat perang AS-Israel dan Iran sejak 28 Februari 2026 membuat harga minyak terus bergejolak. Para ekonom memperingatkan, bank sentral mungkin harus menaikkan suku bunga jika inflasi memburuk akibat perang AS-Israel terhadap Iran. Kenaikan suku bunga berujung pada peningkatan biaya pinjaman serta berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi.
Dalam catatan yang dirilis pada Rabu (27/5/2026) malam, Citibank menyatakan pasar minyak menemukan pijakan yang lebih kuat. Sebab, investor semakin memperhitungkan skenario terburuk atas gangguan pasokan. Namun, ketidakpastian mengenai waktu kesepakatan AS-Iran membuat bank sentral tetap waspada.
Tidak hanya minyak, sebagian besar saham di Asia, terutama negara-negara pengimpor minyak, turun. Sebab, ada kekhawatiran gencatan senjata AS-Iran yang semakin goyah.