Presiden Prabowo Subianto menyebut kekayaan Indonesia bocor ke luar negeri hingga 343 miliar dolar AS atau sekitar Rp6 ribu triliun selama kurun 22 tahun terakhir.
Prabowo menilai kebocoran anggaran yang besar tersebut menjadi alasan kesejahteraan masyarakat Indonesia tak kunjung meningkat.
Prabowo lantas menjelaskan Indonesia sebetulnya tidak pernah merugi dalam neraca ekspor-impor.
Data yang didapat Prabowo, Indonesia mencatatkan keuntungan ekspor kumulatif mencapai 436 miliar dolar AS atau sekitar Rp7.700 triliun selama kurun 2004-2025.
Namun pada periode yang sama, kekayaan negara yang mengalir ke luar negeri (outflow) mencapai sekitar Rp6 ribu triliun.