Seorang jemaah haji asal Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Latif Bin Botjing (79) meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Jenazah almarhum kini telah dimakamkan di tanah suci Makkah.
Jemaah haji itu meninggal dunia di RS King Faisal, Makkah, Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Abdul Latif dilaporkan meninggal dunia berdasarkan surat keterangan kematian yang diterbitkan oleh pihak Syarikah Arab Saudi.
"Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah Bapak H. Abdul Latif Botjing, umur 79 tahun, Kloter 37 UPG Makassar asal Kabupaten Barru," ungkap Kepala Kemenhaj Barru, Muh Ridwan kepada detikSulsel, Senin (1/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Almarhum wafat pada hari Sabtu 13 Dzulhijjah 1437 H atau bertepatan dengan tanggal 30 Mei 2026 Masehi. Waktu kedokteran menunjukkan pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS)," sambungnya.
Almarhum merupakan warga Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru. Di tanah suci, almarhum tergabung ke dalam Kelompok Terbang (Kloter) 37 UPG Makassar.
Muh Ridwan, menjelaskan pemulasaran jenazah jemaah haji itu diurus oleh otoritas Arab Saudi. Dia mengatakan, jenazah jemaah haji itu dimakamkan di tanah suci.
"Sudah dimakamkan di Makkah," katanya.
Ridwan mengungkapkan, almarhum wafat dalam keadaan telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di tanah suci. Seluruh rukun-rukun penting dari ibadah wajib tersebut sempat dijalani almarhum sebelum kondisi kesehatannya menurun.
"Iya, sudah selesai semua rukun hajinya," tegas Ridwan.
Pihak Kemenhaj Barru belum menerima laporan rekam medis secara terperinci dari rumah sakit setempat. Ridwan juga belum bisa memastikan durasi perawatan jemaah tersebut sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
"Saya tidak tahu berapa hari dia dirawat," imbuhnya.
Namun, almarhum diduga kuat memiliki riwayat penyakit bawaan. Penyakit itu diduga memicu penurunan kondisi fisiknya selama berada di Makkah.
"Kami tidak tahu pasti penyebab sakitnya (secara medis). Sepertinya dia memang punya riwayat penyakit," jelasnya.
Untuk kesehatan almarhum selama masa operasional haji ditangani pihak Dinas Kesehatan Barru. Kemenhaj menyarankan untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan tim medis atau dinas terkait.
"Kalau untuk yang pastinya (mengenai detail penyakit), bisa dihubungi pihak Dinas Kesehatan," pungkas Ridwan.
(ata/sar)











































