Pelantikan 206 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban menghadirkan prosesi yang berbeda. Selain mengucapkan ikrar kepengurusan, para kader mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol kesetiaan kepada bangsa dan negara.
Selain itu, mereka juga menerima bibit pohon sukun untuk ditanam di wilayah masing-masing sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan dinamika politik, tetapi juga persoalan ekonomi, lingkungan, ketahanan pangan, dan masa depan generasi muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Bappilu PDIP Jatim Didik Prasetiyono menegaskan kerja politik harus berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, gejolak ekonomi dunia, perubahan sosial yang cepat, serta meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat menuntut seluruh kader untuk hadir lebih dekat dengan rakyat.
"Politik pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Politik perlu membantu masyarakat menghadapi persoalan hidup sehari-hari, memperkuat ekonomi keluarga, membuka peluang kerja, menjaga lingkungan, dan memberi harapan bagi generasi muda," kata Didik dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
Didik yang mewakili Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah menyebut tantangan yang dihadapi bangsa saat ini semakin kompleks. Tekanan biaya hidup, perubahan sosial yang berlangsung cepat, perkembangan teknologi, hingga persoalan lingkungan memerlukan kehadiran politik yang mampu menghadirkan solusi dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
"Pancasila mengajarkan bahwa tujuan akhir pembangunan adalah menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Karena itu, kader partai harus mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kerja nyata yang membantu masyarakat menghadapi persoalan sehari-hari, sekaligus membangun optimisme mterhadap masa depan," ujarnya.
Menurut Didik, masyarakat menilai kerja politik dari manfaat yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kader partai dituntut memahami kebutuhan daerah masing-masing serta ikut menggerakkan berbagai inisiatif yang memberi dampak sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
Didik juga menyampaikan pesan Said Abdullah yang menekankan pentingnya memperkuat program-program kerakyatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
"Ketika dunia mengalami banyak perubahan, partai harus hadir melalui program-program yang membumi, memperkuat pendidikan, membuka peluang ekonomi, menjaga lingkungan, dan memastikan keberpihakan kepada wong cilik tetap menjadi arah perjuangan," tuturnya.
Didik menjelaskan bahwa simbol mencium Merah Putih dan penanaman pohon sukun memiliki makna yang mendalam. Merah Putih merupakan simbol kesetiaan kepada bangsa dan negara, sedangkan pohon sukun menjadi simbol harapan, keberlanjutan, dan tanggung jawab kepada generasi mendatang.
"Secara historis, sukun dikenal sebagai salah satu tanaman pangan penting di kawasan tropis dunia. Produktivitasnya yang tinggi membuat pohon ini sering disebut sebagai pohon kehidupan karena mampu memberikan manfaat lingkungan, mendukung ketahanan pangan, serta menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat selama puluhan tahun," kata Didik yang juga kandidat Doktor di Universitas Airlangga ini.
Selain berfungsi sebagai penghijauan, pohon sukun memiliki manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat. Buah sukun dapat dikonsumsi maupun diolah menjadi berbagai produk pangan yang bernilai jual. Pohon ini juga relatif mudah tumbuh, berumur panjang, serta mampu menjadi sumber pangan alternatif yang mendukung ketahanan pangan keluarga.
"Ketika kader mencium Merah Putih, itu adalah pengingat bahwa kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Ketika kader menerima bibit pohon untuk ditanam, itu menjadi simbol bahwa setiap perjuangan perlu meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan lingkungan," katanya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban Ony Setiawan menjelaskan bahwa kepengurusan baru merupakan hasil proses kaderisasi dan regenerasi yang berlangsung secara berjenjang. Dari total 206 pengurus yang dilantik, sekitar 36 persen berasal dari kalangan generasi muda berusia di bawah 35 tahun, sementara sekitar 39 persen merupakan kader perempuan.
Menurut Ony, komposisi tersebut menunjukkan bahwa regenerasi di tubuh partai terus berjalan dan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan zaman.
"Regenerasi adalah memastikan semangat perjuangan terus hidup melalui anak-anak muda dan kader perempuan yang memahami tantangan zaman serta dekat dengan kehidupan rakyat," ujar Ony.
(dpe/hil)
