Prabowo Ingin Reaktivasi Bandara Adi Sutjipto, Bupati Sleman Merespons

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Prabowo Ingin Reaktivasi Bandara Adi Sutjipto, Bupati Sleman Merespons

Serly Putri Jumbadi - detikTravel
Minggu, 31 Mei 2026 18:15 WIB
Suasana Bandara Adisutjipto Yogyakarta
Bandara Adi Sutjipto (Jauh Hari/detikcom)
Sleman -

Bupati Sleman Harda Kiswaya merespons positif keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reaktivasi Bandara Adisutjipto. Menurutnya, keberadaan bandara akan memudahkan akses masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kabupaten Sleman dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Harda menilai bandara memiliki peran penting dalam menggerakkan berbagai sektor. Selain mempermudah konektivitas antardaerah, bandara juga dinilai mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

"Ya nek saya ya senang banget. Karena apa pun, dengan kita punya bandara akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi. Pasti itu. Kemudahan pertumbuhan yang lain, sosial kemasyarakatan karena mendekatkan dengan daerah lain," ujar Harda saat ditemui di Seyegan, Sleman, Sabtu (30/5/2026), dilansir detikJogja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Bandara Adisutjipto sebenarnya hingga kini masih beroperasi meski penggunaannya terbatas untuk pesawat berukuran kecil hingga menengah. Penerbangan komersial dari dan ke Yogyakarta saat ini dilakukan di Yogyakarta International Airport (YIA).

Dia mengatakan optimalisasi kembali Adisutjipto untuk penerbangan komersial berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan ke Jogja.

ADVERTISEMENT

"Yang jelas dengan adanya bandara nanti lebih dioptimalkan kan memicu orang untuk datang ke Jogja, karena jalurnya cepat. Kalau sudah mendekatkan, pasti orang akan mudah menjangkau itu," kata dia.

Harda menilai dampak positifnya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga pelaku UMKM dan kehidupan sosial masyarakat secara umum.

"Sehingga pertumbuhan UMKM, pertumbuhan sosial kemasyarakatan, dari sisi yang mana pun, dari sisi ilmu pengetahuan, dari kawruh hidup dan sebagainya, pasti akan didapatkan. Karena dinamika sosial betul-betul bisa terjalin dengan baik," dia menambahkan.

Beberapa waktu lalu, Prabowo meminta langsung reaktivasi dan optimalisasi komersialisasi sejumlah bandara, di antaranya Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta.

Untuk menindaklanjuti arahan langsung Presiden tersebut, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Waka Bappenas) RI Febrian Alphyanto Ruddyard di Ruang Kerja Wamenhan, Jakarta, pada Senin (25/5/2026), dikutip dari detikTravel.

Mengutip situs resmi Kementerian Pertahanan, pertemuan ini guna membahas koordinasi percepatan berbagai program strategis nasional yang bersinggungan langsung dengan pengelolaan aset pertahanan, optimalisasi infrastruktur perhubungan, serta pengembangan industri kedirgantaraan nasional.

Terkait pemanfaatan bersama pangkalan udara TNI Angkatan Udara untuk penerbangan sipil komersial tersebut, Kementerian Pertahanan menyatakan komitmen penuh dan dukungan regulasi.

Tantangan teknis mengenai pengaturan kapasitas apron serta manajemen waktu penerbangan akan dikoordinasikan lebih lanjut secara lintas sektoral bersama Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah terkait.

Dalam diskusi tersebut, Wamenhan menekankan pentingnya menjaga kesiapan operasional militer sembari mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah melalui sektor penerbangan sipil. Beliau memberikan penegasan khusus mengenai prinsip penggunaan bersama fasilitas pangkalan udara tersebut.

"Kami menyambut baik rencana pembukaan kembali penerbangan komersial, dengan tetap memastikan operasional serta eksistensi pertahanan TNI Angkatan Udara di kawasan tersebut berjalan optimal dan terjaga dengan baik," kata Donny.

"Ke depan, hal yang menjadi perhatian utama adalah pengaturan teknis terkait penggunaan apron dan pengelolaan waktu penerbangan agar tidak terjadi kepadatan, sehingga aktivitas militer dan sipil dapat berlangsung secara harmonis, selaras, dan tanpa saling mengganggu," dia menambahkan.

Selain penataan bandara, pertemuan ini juga membahas proyeksi jangka panjang pembentukan ekosistem industri makro kedirgantaraan melalui konsep Sustainable Aerospace Park di Kertajati, yang mengombinasikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) komersial dan militer.

Kedua pihak sepakat untuk terus mematangkan cetak biru teknokratis serta pola pengelolaan asetnya. Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera menggelar rapat koordinasi lanjutan yang lebih intensif bersama kementerian teknis, jajaran TNI Angkatan Udara, serta pihak pemerintah provinsi terkait.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads