Penulis
KOMPAS.com - Nama Ryan Cheung belakangan ramai diperbincangkan setelah aksinya membantu penumpang yang pingsan dalam penerbangan menuju Jepang menjadi viral.
Namun jauh sebelum menjadi sorotan publik, dokter asal Hong Kong itu pernah berbicara terbuka tentang beratnya menjalani profesi sebagai tenaga medis.
Dalam wawancara yang dimuat South China Morning Post (8/11/2023), Ryan Cheung mengungkapkan bahwa beban kerja dokter muda di sistem kesehatan publik Hong Kong bisa sangat melelahkan, bahkan hingga memicu kelelahan fisik dan mental.
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hong Kong tersebut mengatakan dirinya pernah menjalani jadwal kerja yang berlangsung dari pagi hingga keesokan harinya.
“Di pekerjaan terakhir saya, bukan hal yang aneh bekerja dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 14.00 atau 15.00 keesokan harinya,” kata Cheung.
Artinya, satu kali jadwal jaga bisa berlangsung hampir 30 jam tanpa jeda yang cukup.
Baca juga: Ryan Cheung Viral Setelah Selamatkan Penumpang Pingsan di Pesawat, Ternyata Juga Musisi
Cheung mengawali karier sebagai dokter setelah lulus pada 2018. Selama beberapa tahun, ia bekerja menangani pasien di rumah sakit umum, termasuk di unit gawat darurat.
Namun pengalaman berhadapan dengan pasien yang sakit kritis setiap hari membuatnya mulai mempertanyakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Menurut Cheung, melihat kondisi pasien yang dapat berubah dalam waktu singkat membuatnya menyadari bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.
“Saya bekerja dengan pasien yang sakit kritis sepanjang waktu. Ada orang yang tampak sehat, tetapi hidupnya bisa berubah dalam sekejap,” ujarnya.
Kesadaran tersebut kemudian mendorongnya untuk mengambil cuti panjang selama enam bulan pada 2023. Masa jeda itu menjadi titik balik dalam hidupnya.
“Saya memutuskan mengambil cuti enam bulan. Itu adalah masa paling bahagia yang saya rasakan dalam waktu yang sangat lama,” kata Cheung.
Baca juga: Hampir 1,2 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Mental, Anak Muda Paling Terdampak
Ilustrasi dokter. Sebelum viral karena menolong penumpang di pesawat, Ryan Cheung pernah menjalani jadwal kerja dokter yang berlangsung hingga hampir 30 jam nonstop.Dalam wawancara tersebut, Cheung juga menyoroti tantangan yang dihadapi banyak dokter muda.
Menurut dia, bekerja semalaman dan kembali bertugas keesokan harinya bukan kondisi yang ideal, baik untuk tenaga kesehatan maupun pasien.