Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anak Tak Lolos SNBT, Psikolog Ingatkan Orangtua untuk Tak Bereaksi Negatif

Kompas.com, 30 Mei 2026, 08:32 WIB
Nabilla Ramadhian,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Konsultasi Tanya Pakar Parenting

Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel

Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com

KOMPAS.com - Pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menjadi momen yang sangat mendebarkan.

Bagi peserta yang dinyatakan tidak lolos, kenyataan ini tentu membawa kekecewaan besar, baik bagi sang anak maupun orangtua yang telah mendampingi proses belajar.

Namun, tak semua orangtua bisa menerima kegagalan anak dengaan respons positif, pada sebagian orangtua, respons yang muncul justru berupa gejolak emosi negatif.

Baca juga: International Day for Failure, Pengingat bahwa Gagal Itu Manusiawi

Jika tidak dikelola dengan tepat, ledakan emosi ini dapat merusak hubungan dan berdampak panjang pada kondisi psikologis. Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan anak untuk menata hati terlebih dahulu.

Pentingnya mengelola emosi setelah pengumuman SNBT 2026

Psikolog Klinis Dewasa, Divani Aery Lovian, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa respons pertama dari keluarga sangat krusial.

"Respons pertama orangtua itu penting banget, karena bisa berpengaruh ke cara anak memaknai kegagalan, enggak cuma di momen ini tapi juga nanti akan terasosiasi ke momen-momen lain yang mungkin serupa," tutur Divani saat dihubungi pada Jumat (29/5/2026).

Ia menambahkan bahwa luapan emosi sesaat berisiko memperburuk keadaan dan menjauhkan anak.

Oleh karena itu, ayah dan ibu harus stabil terlebih dahulu agar kelak bisa memberikan arahan yang rasional kepada buah hatinya.

"Dengan situasi seperti ini sih orangtua idealnya menenangkan diri terlebih dahulu sebelum bereaksi. Jadi kitanya dulu nih yang perlu menenangkan diri," ungkap Divani.

Ciptakan ruang aman tanpa penghakiman

Anak yang gagal masuk ke universitas negeri impian umumnya menanggung tekanan batin yang berat. Mereka merasa malu, takut disalahkan, hingga mempertanyakan harga diri sendiri sebagai individu.

"Yang paling dibutuhkan anak pada fase awal itu bukannya malah nasihat, ceramah atau evaluasi. Mungkin niatnya baik ya, tapi kita perlu membuat anak merasa aman secara emosional," papar Divani.

Langkah awal yang paling tepat adalah memvalidasi perasaan anak, agar mereka merasa dihargai. Orangtua dapat memulai dengan kalimat sederhana yang menunjukkan pengertian bahwa situasi ini juga berat bagi anak.

Baca juga: Cara Membuat Anak Lebih Percaya Diri, Berani Menghadapi Kegagalan

"Validasi seperti ini itu bisa bantu anak tuh ngerasa dipahamin, bukan dihakimin atau di-judge gitu ya. Jadi kayak dihargai dulu prosesnya, divalidasi dulu emosi-emosi yang mungkin muncul," terang Divani.

Anak perlu mengizinkan diri sendiri untuk kecewa

Di sisi lain, anak juga diajak untuk tidak lari dari rasa sakit hati. Sebab, kesedihan adalah hal wajar karena impian yang diperjuangkan ternyata belum berhasil diraih.

Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Alida Shally Maulinda, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa rasa kecewa justru menandakan pentingnya hal tersebut bagi anak.

Halaman:


Terkini Lainnya
Sering Pakai Topi Bikin Rambut Rontok, Mitos atau Fakta?
Sering Pakai Topi Bikin Rambut Rontok, Mitos atau Fakta?
Beauty & Grooming
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
7 Perasaan Tak Nyaman yang Kerap Muncul Sebelum Seseorang Bahagia
Wellness
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Keaslian Identitas Si Dia agar Tak Kena Tipu
Relationship
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Fenomena Dating App Fatigue, Saat Pengguna Terobsesi Mencari Pasangan Sempurna
Relationship
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Estetik Literary Chic, Saat Buku dan Wawasan Jadi Tren Baru di Dunia Fashion
Fashion
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Kalung Pernikahan Dua Lipa Ditaksir Seharga Rp 7 Miliar, Apa Istimewanya?
Fashion
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Pengalaman Ikut Event Nyanyi Bareng di Yogyakarta, Jadi Momen Pelepas Stres
Wellness
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Kisah Cinta Dua Lipa dan Callum Turner, Berawal dari Buku Bacaan hingga Menikah
Relationship
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
4 Penyebab Jerawat di Dagu yang Sering Tidak Disadari, Salah Satunya Stres
Beauty & Grooming
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Pameran Busana Ratu Elizabeth II Bisa Jadi yang Terlaris dalam Sejarah
Fashion
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Jangan Asal Minum Suplemen, Dokter Ungkap Aturan Minum Vitamin yang Benar
Wellness
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Perjalanan Cinta Adhisty Zara Sebelum Menikah dengan Abdullah Tsaqib
Relationship
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Perjalanan Cinta Adhisty Zara dan Tsaqib, dari PDKT 6 Bulan hingga Menikah
Relationship
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Wellness
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
4 Shio yang Berpotensi Bangun Kekayaan Bersama Pasangan, Siapa Saja?
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau