KOMPAS.com - Suplemen mengandung kolagen atau biotin saat ini populer sebagai nutrisi untuk membantu mengatasi kerontokan dan merangsang pertumbuhan rambut. Namun, informasi yang bersliweran di media sosial terkadang membuat kita bingung apakah kedua suplemen itu harus dikonsumsi bersamaan atau cukup salah satunya saja.
"Saat kolagen dermal kita sehat, folikel rambut tertanam lebih baik di kulit kepala kita untuk tumbuh," jelas dokter kulit di Rabach Aesthetics, Morgan Rabach, MD, melansir Vogue, Selasa (26/5/2026).
Ia menambahkan bahwa penurunan kadar kolagen akan berdampak buruk. Hal ini kemudian dapat menyebabkan sirkulasi melambat, dan rambut menjadi lebih rentan patah dan rusak.
Baca juga: Bukan Cuma Skincare, Perawatan Rambut Kini Jadi Tren Besar di Industri Kecantikan
Dokter kulit yang berbasis di New York City, AS, Hadley King, MD, menuturkan, kolagen diyakini mampu menjaga ketebalan rambut lewat khasiatnya pada kulit.
"Penelitian menunjukkan suplemen kolagen, yang terbuat dari peptide kolagen yang lebih mudah diserap, dan produk topikal, paling terbukti meningkatkan hidrasi dan memperkuat lapisan pelindung kulit," ucap dr. King.
Meski kolagen mungkin mendukung pertumbuhan rambut, buktinya saat ini masih sangat terbatas.
Selain itu, penderita alergi ikan, kerang, telur, atau daging sapi perlu berhati-hati karena suplemen sering dibuat dari bahan hewani.
Baca juga: Mengapa Muncul Rambut Beruban di Usia Muda?
Biotin, atau vitamin B7, sering ditemukan dalam suplemen kehamilan. Mengingat kerontokan merupakan gejala utama kekurangan biotin, bahan ini sangat direkomendasikan untuk menunjang pertumbuhan rambut.
Dokter Rabach membenarkan bahwa biotin mungkin membantu memperbaiki masalah rambut terkait defisiensi tersebut.
Ia menyebutkan banyak pasiennya meyakini khasiat biotin dalam mengatasi penipisan rambut dan kuku rapuh. Akan tetapi, efektivitas ini sebenarnya masih membutuhkan studi lanjutan.
"Menurut National Institutes of Health, tidak ada cukup bukti untuk mengevaluasi efektivitas biotin dalam pengobatan kerontokan rambut," ungkap dr. King.
"Penelitian tambahan diperlukan untuk menentukan apakah suplemen biotin dapat meningkatkan kesehatan kulit, rambut, dan kuku pada orang dewasa, terutama bagi mereka yang tidak kekurangan vitamin ini," lanjut dia.
Baca juga: Penyebab Rambut Rontok Parah Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya
Namun, kenyataannya defisiensi biotin jarang dijumpai. Oleh karena itu, ia menyarankan pemeriksaan ke dokter untuk menentukan suplemen rambut apa yang paling cocok.
Berhati-hatilah pula karena biotin dapat mengganggu hasil tes laboratorium seperti uji hormon tiroid dan jantung.
Secara teknis, dukungan ilmiah biotin lebih banyak dibandingkan kolagen. Meski begitu, efektivitasnya baru terlihat jika seseorang mengalami kekurangan gizi.