Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel
Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com
KOMPAS.com - Belum lama ini, media sosial ramai memperlihatkan antrean panjang anak-anak dan remaja yang berburu parfum di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.
Fenomena ini menunjukkan bahwa parfum kini bukan lagi sekadar pelengkap penampilan orang dewasa, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak remaja.
Di tengah meningkatnya minat anak dan remaja terhadap wewangian, usia berapa sebaiknya anak boleh mulai dikenalkan dengan parfum?
Baca juga: Rahasia di Balik Pembuatan Parfum Luxury, Satu Aroma Butuh Waktu hingga 3 Tahun
Menurut dokter, ada pertimbangan kesehatan kulit, risiko iritasi, hingga keamanan bahan yang perlu diperhatikan sebelum orangtua memutuskan mengenalkan produk wewangian kepada anak.
Wakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Banten, dr. Arifin Kurniawan Kashmir, SpA., MKes., CHt., FISQuaWakil Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Banten, dr. Arifin Kurniawan Kashmir, SpA., M.Kes., CHt., FISQua menegaskan, parfum tidak direkomendasikan untuk bayi maupun balita.
Menurutnya, kulit anak pada usia tersebut masih sangat sensitif sehingga rentan mengalami iritasi.
“Kalau untuk bayi dan balita, parfum tidak direkomendasikan karena kulitnya masih sensitif, risiko untuk iritasi, dan juga penggunaan aerosol pada anak kecil juga beresiko untuk menyemprot ke mata, mulut, atau tertelan,” jelasnya kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2026).
Pendapat serupa juga disampaikan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dari Siloam Heart Hospital, dr. Atika Kamilia, Sp.DVE.
Ia mengatakan, secara medis penggunaan parfum pada anak sebaiknya ditunda, terutama pada bayi di bawah usia enam bulan hingga satu tahun.
Menurut Atika, kulit bayi masih berada dalam tahap perkembangan sehingga lapisan pelindung kulit belum bekerja optimal. Akibatnya, bahan pewangi berpotensi memicu iritasi, kemerahan, hingga alergi pada kulit sensitif anak.
Maka dari itu, penggunaan produk wewangian pada bayi sebaiknya tidak dijadikan kebutuhan utama.
Orangtua disarankan lebih fokus menjaga kebersihan tubuh dan pakaian anak dibandingkan menutupi aroma tubuh dengan parfum.
Dr. Arifin menjelaskan, pendekatan paling aman untuk mengenalkan parfum adalah ketika anak sudah memasuki usia sekolah. Pada fase ini, anak dinilai sudah mulai mampu memahami instruksi penggunaan dengan baik.
“Pendekatan yang paling aman pada saat anak usia sekolah, ketika anak sudah bisa paham instruksi, enggak menyemprot ke wajah, mulut, dan area luka, dan tidak berlebihan dalam penggunaannya,” ujarnya.
Baca juga: 4 Titik Semprot Parfum yang Bikin Wangi Tahan Lama
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi & Estetika dari Siloam Heart Hospital, dr. Atika Kamilia, Sp.DVE