Penulis
Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel
Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com
KOMPAS.com - Mendidik anak perempuan di era modern tidak lagi cukup dengan menanamkan kepatuhan, tetapi juga membutuhkan kemampuan membangun kepercayaan diri dan kemandirian.
Perubahan zaman membuat anak perempuan menghadapi tekanan yang lebih kompleks, mulai dari ekspektasi sosial hingga tuntutan untuk selalu terlihat sempurna.
Psikolog Rumah Sakit DR Oen Solo Baru sekaligus dosen Fakultas Psikologi Universitas Setia Budi Surakarta, Yustinus Joko Dwi Nugroho, menjelaskan bahwa konsep ketangguhan perlu dipahami secara tepat.
Hal itu ia sampaikan saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Takut Gagal Jadi Orangtua, Psikolog Sebut Standar Parenting Kini Terlalu Tinggi
Yustinus menegaskan bahwa anak perempuan tangguh tidak berarti harus selalu kuat atau tidak boleh menangis.
Dalam psikologi, ketangguhan lebih dikenal sebagai kemampuan untuk bangkit dari kesulitan.
“Secara psikologis, tangguh itu artinya memiliki kemampuan untuk bangkit atau resilien saat menghadapi kesulitan,” ujar Yustinus.
Kemampuan tersebut juga disertai dengan pola pikir jernih dan kemauan untuk belajar dari pengalaman.
Baca juga: Sering Dianggap Sopan, Ternyata Anak Tak Boleh Dipaksa Salim atau Peluk
Ilustrasi ibu dan anak. Psikolog menjelaskan bahwa mendidik anak perempuan tangguh tidak cukup dengan kepatuhan, tetapi perlu membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan kemampuan mengelola emosi sejak dini.Yustinus menjelaskan bahwa ketangguhan anak perempuan dapat terlihat dari beberapa aspek.
Anak yang tangguh cenderung memiliki rasa percaya diri untuk mencoba dan belajar.
Kemandirian juga menjadi ciri penting, karena anak mampu mengambil langkah tanpa selalu bergantung pada orang lain.
Selain itu, anak mampu mengelola emosi dengan cara yang sehat atau dikenal sebagai regulasi emosi.
Kemampuan memecahkan masalah juga menjadi bagian penting dari ketangguhan.
“Ketangguhan merupakan gabungan dari percaya diri, mandiri, tahan banting, dan mampu mengelola emosi,” jelasnya.
Baca juga: Tanpa Disadari, Kebiasaan Orangtua Ini Bisa Melanggar Batasan Anak
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya