JAKARTA - Masturbasi umumnya merupakan aktivitas seksual yang normal dan tidak berbahaya jika dilakukan dalam batas wajar. Namun, ketika kebiasaan ini dilakukan secara berlebihan, terlebih disertai konsumsi konten pornografi secara terus-menerus, dampaknya dapat memengaruhi kesehatan seksual maupun kondisi psikologis seseorang.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa masalah yang muncul bukan semata-mata karena masturbasi, melainkan pola perilaku kompulsif yang menyertainya. Salah satu yang paling sering dibahas adalah risiko gangguan fungsi seksual akibat ketergantungan pada stimulasi visual dari pornografi.
Berikut beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan masturbasi berlebihan yang dilansir dari laman Miracleshealth.
1. Disfungsi Ereksi Psikologis
Masturbasi yang terlalu sering, terutama sambil mengonsumsi konten pornografi, berpotensi memengaruhi respons seksual terhadap pasangan di dunia nyata.
Kondisi ini dapat terjadi karena otak terbiasa menerima stimulasi visual yang intens dan tidak realistis. Akibatnya, sebagian pria bisa mengalami kesulitan mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual, meski tidak memiliki gangguan fisik pada organ reproduksi.
Selain itu, kecemasan terkait performa seksual juga dapat memperburuk kondisi tersebut.