Ada Benjolan di Leher, Gejala Gondokan atau Gondongan? Begini Membedakannya

Ada Benjolan di Leher, Gejala Gondokan atau Gondongan? Begini Membedakannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 01 Jun 2026 14:05 WIB
Sore Throat. Closeup Of Beautiful Young Woman Hand Touching Her Ill Neck. Healthcare and medical concept.
Benjolan di leher. Foto: Getty Images/spukkato
Jakarta -

Menemukan benjolan di area leher sering kali langsung memicu kepanikan. Hanya saja, tak sedikit yang menganggap semua benjolan di leher dengan gondongan. Padahal, benjolan di leher bisa berarti 'gondokan' atau 'gondongan' yang harus diwaspadai.

"Kalau gondongan itu beda sama tiroid. Kalau tiroid itu kita sebutnya gondok, bukan gondong. Dan istilah gondongan itu kalau tidak salah itu mumps," kata dokter spesialis bedah onkologi dr Diani Kartini SpBOnk.

Gondongan atau mumps menyerang kelenjar air liur (salivary gland). Posisinya berada di area samping leher atau tepat di bawah telinga. Penyebabnya adalah infeksi virus, bersifat menular, dan paling sering dialami oleh anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu gondokan lebih dipicu masalah pada kelenjar tiroid yang terletak di bagian tengah leher, tepat di depan saluran pernapasan. Benjolan ini bisa berupa pembengkakan biasa, tumor jinak, hingga indikasi kanker.

ADVERTISEMENT

Pada kasus gondok, pembengkakan yang terjadi di tengah leher umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun kondisinya bisa dipicu masalah hipotiroid atau hipertiroid.

Selain masalah tiroid dan kelenjar air liur, pembengkakan di leher juga sering kali melibatkan kelenjar getah bening. dr Diani mencontohkan, masalah sederhana seperti gigi berlubang atau infeksi rongga mulut pun bisa membuat kelenjar getah bening membengkak.

"Kalau kita obatin gondongan, kita kasih antibiotik bisa kempes. Tetapi kalau sudah obati, kemudian tidak kempes, bahkan tambah besar, kita harus hati-hati dong, kita harus periksa apa itu. Mungkin sekitar 2 minggu, diobatin enggak sembuh, yaudah diperiksa aja," pungkas dr Diani.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 'Jantung Bocor', Bisakah Diperbaiki?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads