PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kian memprihatinkan. Pada Jumat (8/5/2026), antrean panjang di sejumlah SPBU tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga mulai melumpuhkan produktivitas warga yang terpaksa membolos kerja demi mendapatkan bensin.
Hendri (56), seorang karyawan perusahaan swasta, mengaku harus merelakan waktu kantornya demi mengantre Pertamax di SPBU Jalan Imam Bonjol. Ia mengeluhkan lambannya respons pemerintah dalam menangani krisis yang sudah dirasakannya sejak dua minggu terakhir.
“Kerjaan tertunda, mengantar anak tertunda, ini saya bolos kerja. Untungnya kantor memaklumi karena kita antre minyak,” ungkap Hendri dengan nada kesal kepada Kompas.com, Jumat pagi.
Bandingkan dengan Banjarmasin dan Jawa
Hendri merasa heran karena kelangkaan ini seolah hanya terjadi di Palangka Raya. Ia membandingkan situasi di ibu kota Kalimantan Tengah ini dengan daerah tetangga seperti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang terpantau normal.
“Daerah lain bisa lancar, di sini kenapa enggak? Banjarmasin juga enggak ada antrean. Pemerintah harus gercep (gerak cepat), jangan tunggu berminggu-minggu. Evaluasi, kok kenapa jadi begini,” tuturnya.