Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Moh Samsul Arifin
Broadcaster Journalist

Sejak 2006 berkecimpung di dunia broadcast journalism, dari Liputan6 SCTV, ANTV dan Beritasatu TV. Terakhir menjadi produser eksekutif untuk program Indepth, NewsBuzz, Green Talk dan Fakta Data

Rahasia di Balik Kekalahan Arsenal di Liga Champions

Kompas.com, 1 Juni 2026, 12:55 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KALAU di antara kita masih ada yang tidak menerima kekalahan Arsenal atas Paris Saint-Germain, sebaiknya tengok sekali lagi bagaimana duel itu berjalan.

Tim racikan Luis Enrique itu menguasai bola hingga 72 persen, melakukan 19 tembakan, empat di antaranya on target.

Sementara Arsenal cuma memegang bola 28 persen dan melakukan lima tembakan. Satu kans berbuah gol Kai Havertz di menit keenam.

Tim yang dominan dengan bola di kaki, tak selalu menang. Tergantung bagaimana ia mengonversi peluang jadi gol.

Skuad dengan kualitas nomor satu dan sedang panas-panasnya main bola tidak selalu juara. Begitu juga tim dengan pertahanan terkuat tidak selalu menang duel.

Arsenal adalah tim dengan pertahanan terkuat. Di final ia menunjukkan itu dengan pertahanan rapi, pressing ketat dan kalau bukan sedikit "parkir bus".

Untuk melindung kwartet pertahanan, Arteta memasang dua gelandang bertahan: Declan Rice dan Myles Lewis Skelly.

Nama terakhir ini adalah temuan mutakhir Arteta di babak-babak akhir Liga Premier Inggris. Skelly terbilang kokoh, pintar merebut bola dan jago menggiring bola. Aslinya ia bek sayap di sebelah kiri dan tentu punya gocekan kaki kiri yang aduhai.

Dengan enam pemain bertahan, gawang David Raya tidak kebobolan hingga menit ke-63. Namun, aksi Khvicha Kvaratskhelia yang melakukan penetrasi ke area kotak penalti di kanan pertahanan Arsenal gagal dinetralisasi Cristhian Mosquera. Kvara terjatuh dan PSG mendapat penalti.

Ousmane Dembele tak menyia-nyiakan peluang itu. Skor berubah jadi 1-1. Skenario Havertz menjadi pahlawan kemenangan Arsenal batal.

Bayangan ini berkelebat sebab pemain jangkung asal Jerman itu juga mencetak gol (satu-satunya) untuk memberi kemenangan kepada Chelsea atas Manchester City di final Liga Champions musim 2020/2021.

Sebaliknya, gol balasan Dembele membawa ingatan ke musim 2005/2006. Di final musim itu Arsenal bertemu Barcelona.

Ketika itu Thierry Henry dkk sempat unggul satu bola. Namun, keunggulan itu berantakan karena Barca melesakkan dua gol di babak kedua. Skuad emas racikan Arsene Wenger menyia-nyiakan peluang untuk mengukir nama sebagai raja Eropa.

Sebelum laga final di Puskas Arena Budapest, sekurang-kurangnya ada lima rekor yang secara bercanda saya sebut akan 'menentukan' siapa juara Liga Champions Eropa musim 2025/2026.

Pertama, Luis Enrique datang ke Hungaria dengan modal dua kali masuk final Liga Champions (Barcelona 2014/2015 dan PSG 2024/2025). Keduanya berujung trofi.

Sedangkan Arteta, baru untuk kali pertama mencicipi final Liga Champions sebagai pelatih.

Kedua, selain Real Madrud, tidak ada klub yang bisa juara back to back (beruntun) sejak kompetisi tertinggi sepak bola Eropa ini berganti format menjadi Liga Champions.

Real Madrid melakukan dengan gaya di masa Zinedine Zidane sebagai pelatih dengan jawara Eropa tiga musim beruntun (2015/2016-2017/2018).

Ketiga, Thomas Tuchel dan Josep Guardiola (di masa melatih City) perlu dua kali final untuk menggapai trofi Liga Champions.

Halaman:


Terkini Lainnya
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
John Herdman Sambut Mees Hilgers: Indonesia adalah Rumahnya
John Herdman Sambut Mees Hilgers: Indonesia adalah Rumahnya
Timnas Indonesia
Jadwal Polytron Indonesia Open Hari Pertama, 11 Wakil Indonesia Mentas
Jadwal Polytron Indonesia Open Hari Pertama, 11 Wakil Indonesia Mentas
Badminton
Rizky Ridho jadi Kapten Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
Rizky Ridho jadi Kapten Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
Timnas Indonesia
Hasil Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 3-0: Dimas Ukir Brace, Garuda Pepet Vietnam
Hasil Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 3-0: Dimas Ukir Brace, Garuda Pepet Vietnam
Timnas Indonesia
Ousmane Dembele Bidik Rekor Langka Real Madrid di Liga Champions
Ousmane Dembele Bidik Rekor Langka Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions
Hasil HT Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 1-0: Arkhan Kaka Buka Keunggulan
Hasil HT Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 1-0: Arkhan Kaka Buka Keunggulan
Timnas Indonesia
Eks Gelandang Liverpool Pensiun Setelah 24 Tahun Berkarier di Dunia Sepak Bola
Eks Gelandang Liverpool Pensiun Setelah 24 Tahun Berkarier di Dunia Sepak Bola
Liga Inggris
Comeback dan Debutan Warnai Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday
Comeback dan Debutan Warnai Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday
Timnas Indonesia
Polytron Indonesia Open, Semangat Gotong Royong Ekosistem Bulu Tangkis
Polytron Indonesia Open, Semangat Gotong Royong Ekosistem Bulu Tangkis
Badminton
Daftar Pemain Timnas yang Tak Dipanggil John Herdman di FIFA Matchday Juni
Daftar Pemain Timnas yang Tak Dipanggil John Herdman di FIFA Matchday Juni
Timnas Indonesia
Hasil Piala AFF U19 2026: Vietnam Gasak Timor Leste, Sinyal untuk Indonesia
Hasil Piala AFF U19 2026: Vietnam Gasak Timor Leste, Sinyal untuk Indonesia
Internasional
Mees Hilgers Comeback ke Timnas Indonesia
Mees Hilgers Comeback ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau