Gerombolan pasukan penjajah “Israel” yang terus memaksakan diri bercokol di Jalur Gaza, terus berjatuhan disambar peluru maut sniper Mujahidin. Satu peluru dilesakkan, satu musuh dilenyapkan. Skill tempur mujahidin yang tangguh kian terasah jadi lebih ganas, sedang tekad perang zionis yang dari awal ragu-ragu makin hari makin redup dan mengecil.
