TUNIS (Arrahmah.id) – Armada Global Sumud Flotilla (GSF) kembali menjadi sasaran serangan drone saat bersiap berlayar menuju Gaza dari Tunisia. Dalam pernyataannya, GSF mengonfirmasi bahwa pada 9 September lalu, kapal Alma, yang berlayar dengan bendera Inggris, diserang oleh drone ketika tengah bersandar di perairan Tunisia.
Serangan itu menyebabkan kebakaran di bagian atas dek kapal. Meski api berhasil dipadamkan dengan cepat, GSF menegaskan bahwa ini adalah “upaya terencana untuk mengacaukan misi flotilla,” namun mereka menolak gentar dan memastikan perjalanan akan tetap dilanjutkan.
Aktivis Leila Hegazy, yang sedang bertugas jaga saat kejadian, melaporkan bahwa serangan terjadi di malam hari. Aktivis lainnya menyaksikan langsung drone itu terbang sangat rendah, “hanya sekitar enam meter di atas kepala,” sebelum akhirnya menimbulkan kebakaran. “Kami langsung membunyikan alarm, berteriak, dan menyalakan selang air. Api padam dalam dua menit,” jelasnya.
Sehari sebelumnya, kapal utama flotilla, Family Boat, juga diserang objek terbakar yang diduga dijatuhkan drone di lepas pantai Tunisia. Video yang dirilis aktivis menunjukkan api tiba-tiba menyala di salah satu bagian kapal setelah sebuah benda jatuh dari langit.
Para aktivis menyebut ini sebagai “taktik intimidasi yang nyata” untuk menakut-nakuti orang agar tidak ikut berlayar. Mereka menegaskan misi kemanusiaan ini tidak akan berhenti.
