Deru perlawanan di Gaza senantiasa menggema. Para mujahidin dengan penuh keyakinan melancarkan serangan terkoordinasi terhadap pasukan pendudukan Israel yang merangsek maju.
Dentuman mortir menghantam posisi musuh, mengguncang barisan kendaraan lapis baja mereka. Dari kejauhan, roket-roket meluncur ke udara, meninggalkan jejak api yang menerangi langit sebelum jatuh tepat di titik konsentrasi militer Zionis.
Sementara itu, jalan-jalan sempit Gaza telah disulap menjadi ladang ranjau; setiap langkah pasukan penjajah bisa berakhir dengan ledakan dahsyat yang memporak-porandakan pergerakan mereka. Serangan bertubi-tubi ini menjadi pesan tegas bahwa tanah Gaza tidak akan pernah tunduk, dan perlawanan akan terus hidup hingga kebebasan diraih.
