GAZA (Arrahmah.id) – Dua pakar militer menyebut video rekaman aksi Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, sebagai sesuatu yang fenomenal, membuktikan kemampuan perlawanan Gaza melancarkan serangan presisi terhadap tentara ‘Israel’ saat pertempuran masuk dalam jarak efektif.
Adegan dramatis dimana pasukan perlawanan muncul dari jaringan terowongan dan menghujani dua tank ‘Israel’ dengan rudal anti-tank “Yasin 105”. Terdengar jelas teriakan kode “Wala’at! (terbakar!)” yang menandakan kedua tank berhasil dihantam langsung dan mulai terbakar.
Menurut Al-Samadi, Al-Qassam menggunakan taktik gerilya, serbu cepat lalu mundur ke terowongan. Operasi ini memperparah kerugian ‘Israel’, baik personel maupun material, sekaligus membuktikan narasi Hamas bahwa mereka masih sanggup melawan.
“Ini sungguh epik. Tak bisa dijelaskan secara logika militer, apalagi setelah 34 hari gencatan dan 560+ hari perang,” tegasnya. Meski ‘Israel’ mendominasi udara dan memecah-belah Gaza, Al-Samadi yakin perlawanan akan terus berlanjut dengan segala upaya.
Pakar militer lain, Mayjen (Purn.) Fayez Al-Duwairi, mengungkap strategi ‘Israel’ yang gagal, kepala Staf ‘Israel’ Eyal Zamir ingin memenangkan perang tanpa ada yang tewas dari pihak ‘Israel’ dengan mengandalkan serangan udara masif dan tembakan jarak jauh, menghindari kontak langsung, kuasai daerah tinggi lalu perlahan meluas. Namun, saat pasukan ‘Israel’ masuk lebih dalam, Al-Qassam memanfaatkan jarak dekat (≤130 meter) untuk melakukan serangan dengan rudal anti-tank, bom rakitan, dan jebakan.
Baca berita selengkapnya di http://www.arrahmah.id
