PUNJAB (Arrahmah.id) — Kepolisian Punjab Pakistan melancarkan tindakan brutal terhadap pengunjuk rasa Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) yang melakukan aksi pro-Palestina di Muridke. Tidak kurang 15 orang tewas puluhan orang lainya terluka usai polisi menggunaan pentungan dan menembakkan gas air mata saat aksi berlangsung.
Dilansir India Today (13/10/2025), paramiliter Pakistan Rangers dilaporkan terlibat ikut bentrok dengan aktivis TLP. Para pengunjuk rasa menuduh paramiliter tersebut menggunakan senjata canggih untuk melawan mereka.
Menurut Kepolisian Punjab, setidaknya tiga pengunjuk rasa tewas ketika polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan mereka. Seorang polisi juga tewas dalam bentrokan tersebut. Namun, laporan media lokal dan keterangan saksi mata menunjukkan jumlah korban tewas sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.
Protes, yang dimulai pada 9 Oktober atas serangan udara ‘Israel’ di Gaza, meningkat pada 11 Oktober. Polisi menembakkan gas air mata dan memukuli demonstran dengan tongkat, sementara para demonstran membalas dengan batu.
